KPK Bantu Pemkot Terus Tingkatkan PAD

Sosial  SELASA, 04 DESEMBER 2018 , 21:04:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

KPK Bantu Pemkot Terus Tingkatkan PAD
RMOLSumsel. Belum banyak kota di Indonesia yang telah melaksanakan kerjasama terkait pengintegrasian (Host to Host). Hari ini, Selasa (4/12/18), jadi komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang jadi kota yang cukup berkomitmen, dalam mengoptimalkan pendapatan pajak daerah, yang disaksikan langsung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI).

Kordinator Wilayah II Sumatera Satgas Koordinasi Supervisi Pencegahan KPK Choki Nasution menerangkan, setelah melalui beberapa proses yang cukup panjang, akhirnya hari ini sistem pendataan antara BPN dan BPPD Kota Palembang terkoneksi.

Artinya, kedepan tidak akan ada perbedaan lagi nilai suatu bangunan maupun tanah, tidak akan ada perbedaan lagi, dan masyarakat akan lebih dipermudah dalam kepengurusan berkas ke BPN dan BPPD.

"Alhamdulillah, penandatanganan kerjasama Host to Host antara BPN dan BPPD Kota Palembang berjalan lancar. Dengan begitu masalah harga tanah, serta nilai jual dan sebagainya, tidak akan ada perbedaan lagi antara keduamya," ungkapnya.

Choki menerangkangkan, apa yang dilakukan BPN dan BPPD hari ini, menjadi langkah kedepan keduanya dalam memaksimalkan pelayanan serta peningkatan PAD.

"Setelah selesai di Palembang, maka akan kita lakukan di kota-kota lain," tandasnya.

Semenyata itu, Walikota Palembang, H. Harnojoyo menerangkan, perjanjian kerjasama tersebut dalam rangka mengoptimalkan pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

"Perjanjian ini dalam rangka mengoptimalkan pendapatan pajak PBB dan BPHTB," ungkapnya.

Selama ini, terang Harnojoyo, para wajib pajak cukup direpotkan sistem lama. Dimana, setelah membayar masih harus menyerahkan berkas ke BPN sekarang dengan Host to Host tidak lagi.

"Perjanjian ini bertujuan, untuk memudahkan wajib pajak dan mengoptimalkan pendapatan asli daerah, yang mana target PBB naik Rp1 Miliar," terangnya.

Sementara itu, Kepala BPPD Kota Palembang, Shinta Raharja mengungkapkan untuk mengejar kekurangan capaian, salah satu langkah yang tepat, adalah dengan melakukan kerjasama seperti yang dilaksanakan hari ini.

"Saat ini kami terus menggenjot penagihan PBB dan BPHTB," ungkapnya.

Shinta menerangkan, saat ini untuk target PBB sebesar Rp190 miliar dan sudah tercapai Rp157,7 atau 83 persen, sedangkan BPHTB dari target sebesar Rp156 miliar tercapai Rp122,5 miliar atau 78,59 persen.

"Dari estimasi target kita 91,67 persen, Insya Allah dua pajak ini bisa tercapai sampai akhir tahun," terangnya. [yip]

Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00