Lanjutkan Rencana Pembangunan Insenerator

Pemkot Minta Bantu Kemenko Maritim

Ekonomi  SELASA, 04 DESEMBER 2018 , 14:59:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Pemkot Minta Bantu Kemenko Maritim

Harnojoyo/RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Kementerian Koordinator (Kemenko) Maritim mendukung penuh upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, dalam mengatasi persoalan sampah di kotanya. Bersama stakeholder seperti Kementerian ESDM serta PT. PLN, Walikota Palembang, Harnojoyo memimpin langsung rapat untuk menindaklanjuti pengelolaan sampah dengan menggunakan insenerator.

"Kemarin kita menindaklanjuti masalah pengelolaan sampah di Palembang, dengan menggunakan insenerator. Karena, kita sudah cukup lama mengupayakan ini. Karena itu, kita minta dukungan pemerintah pusat, agar segera melakukan percepatan untuk masalah ini," terangnya.

Penanganan dengan menggunakan insenerator menjadi langkah yang harus segera dilakukan Pemkot Palembang. Karena masalah penanganan sampah di Palembang sudah sangat mendesak.

"Kita lihat sekarang sampah di TPA Sukawinatan sudah menumpuk. Kalau, ada insenerator ini, bisa mengatasi hal itu karena insenerator inilah solusi untuk pembakaran sampah," ulasnya.

Harnojoyo mengatakan, saat ini sampah di TPA Sukawinatan sudah menumpuk, keberadaan insenerator bisa mengatasi persoalan penumpukan sampah melalui pembakaran. Dan dari hasil pembakaran tersebut, dapat menghasilkan listrik.

"Alhamdulillah Kemenko Maritim sangat mendukung upaya percepatan masalah pengelolaan sampah ini. Dan minta ini segera direalisasikan, namun tidak melanggar aturan yang ada," tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Palembang, Faizal AR mengatakan, sesuai dengan Perpres No 35 Tahun 2018, Palembang masuk sebagai salah satu kota dari 12 kabupaten/kota proyek strategi nasional untuk pengelolaan sampah.

"Karena ini proyek strategis maka pemerintah pusat mendukung penuh untuk pelaksanaan pengelolaan sampah insenerator di Palembang," jelasnya.

"Kendati begitu, Palembang harus mengikuti ketentuan, dimana untuk proses ini harus melalui mekanisme BOT (Build Operating Transfer). Selama ini, Palembang memakai sistem Build Operating Owner (BOO). Karena itu, kita minta petunjuk pusat agar perubahan ini tidak lagi menjadi kendala bagi Kota Palembang untuk mengatasi masalah sampah ini," sampainya.

Sebelumnya, Faizal AR mengatakan, pengembangan sampah menjadi energi listrik ini akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Karya Jaya, Kertapati. Investasi ini memakan biaya sebesar Rp 1,7 triliun.

Proyek insinerator telah digagas pemerintah kota sejak 2016. Program ini merupakan teknologi yang sudah digunakan di negara-negara maju, dengan memanfaatkan pengolahan sampah melalui pembakaran bahan organik.

Melalui teknologi ini, terang Faizal, maka sampah di kota Palembang yang mencapai 1.200 ton/hari akan dikelola hingga menghasilkan listrik mencapai 20 hingga 25 mega watt. Dengan tenaga sebesar itu, maka pasokan listrik untuk kota Palembang tergolong aman.

"Kita akan kejar pelaksanaannya dalam tahun ini juga. TPA Karya Jaya akan menjadi yang pertama di Sumatera menggunakan sistem insinerator," terangnya.

Kepala Bappeda-Litbang Kota Palembang, Ir Harrey Hadi menambahkan, rapat dilakukan di Kemenko Maritim karena merupakan koordinator dari kementerian lain, salah satunya Kementerian ESDM.

"Karena itu, hasil rapat ini akan dibahas lagi, namun yang jelas dukungan pusat untuk Palembang cukup besar dan akan dilakukan upaya percepatan," tuturnya singkat.[sri]




Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00