GEORGE HERBERT WALKER BUSH

Pencetus Perang Teluk Itu Telah Tiada

Politik  SABTU, 01 DESEMBER 2018 , 13:20:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Pencetus Perang Teluk Itu Telah Tiada
 RMOLSumsel. Presiden Ke-41 Amerika Serikat George HW Bush tutup usia pada Jumat (30/11) malam. Putranya, yang juga merupakan mantan Presiden Amerika Serikat George W Bush mengumumkan kabar duka tersebut.

George Bush Sr meninggal dunia pada usia 94 tahun. Dia merupakan adalah seorang pilot pesawat tempur pada Perang Dunia II dan taipan minyak Texas sebelum memasuki politik pada tahun 1964 sebagai seorang Republikan.


Dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (1/12). dikabarkan Bush meninggal selang beberaoa bulan setelah sang istri Barbara Bush meninggal dunia di bulan April lalu. Dia sempat dirawat di unit perawatan intensif rumah sakit dengan infeksi pasca kematian sang istri.


Bush Senior merupakan sosok yang memerintahkan serangan ke Irak sehingga terjadi Perang Teluk pada 17 Januari 1991. Saat itu Bush dengan masa jabatan 1989-1993 sudah mulai mempersiapkan diri menghadapi Pemilihan Presiden AS 1992.  Tak ayal, invasi Irak ke Kuwait pada 1 Agustus 1990 dimanfaatkan Bush dengan baik.

Bush mengutuk serangan Irak di bawah kepemimpinan Saddam Hussein ke negara tetangganya yang kaya minyak itu. Untuk menyelesaikna kemelut tersebut, Bush mengutus Menteri Pertahanan Dick Cheney bertemu dengan Raja Fahd. Fahd meminta bantuan militer AS karena khawatir akan terjadi invasi di seluruh negaranya. Bush setuju dan mengirimkan bantuan berupa angkatan darat dan udara.

Dikutip dari Wikipedia, Pemerintah Irak telah berupaya melakukan negoisasi seperti membuat perjanjian di mana Irak hanya akan menguasai setengah dari Kuwait saja,  namun Bush menolak. Ia memerintahkan pasukan Irak segera keluar dari Kuwait.

Bush didukung oleh koalisi militer Barat dan Eropa. Dengan mandat Dewan Keamanan PBB, Kongres AS memberikan kekuasaan pada Bush untuk menjaga agar Kuwait tetap dikontrol oleh Pemerintah Kuwait,  dan menjaga kepentingan AS di luar negeri.

Pada pagi hari tanggal 17 Januari 1991, pasukan darat melancarkan serangan darat dengan 4 ribu bom hingga tanggal 24 Febuari di mana invasi darat dimulai. Pasukan koalisi berhasil menembus ke perbatasan Irak dan mencegat pasukan Irak mundur.

100 jam kemudian, Bush memerintahkan untuk menghentikan serangan dan meninggalkan Saddam Hussein tetap berkuasa. Keputusan ini telah menjadi kontroversial namun Bush mengatakan bahwa keputusannya tidak melanjutkan serangan adalah karena ia tidak ingin ada kerugian manusia dan politik yang tidak terhitung.

Popularitas Bush memang naik akibat Perang Teluk, namun pada pemungutan suara dia dikalahkan Capres Demokrat Bill Clinton. [ida]




Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00