Pemuka Islam Moderat Tidak Manfaatkan Medsos

Politik  SABTU, 01 DESEMBER 2018 , 08:15:00 WIB

Pemuka Islam Moderat Tidak Manfaatkan Medsos

NET

RMOLSumsel. Intoleransi dan radikalisme di kalangan anak muda atau generasi milenial cenderung meningkat.

Salah satu penyebabnya yakni pemuka agama Islam yang moderat kurang menggunakan internet dan media sosial untuk berdakwah.

Demikian dikatakan oleh Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sukron Kamil dalam diskusi bertajuk "Muslim Milenial: Menguatnya Radikalisme dan Tantangan Wawasan Kebangsaan" di Diradja Hotel, Jakarta Selatan, Jumat (30/11).

Menurut dia, tidak sedikit generasi milenial yang kesehariannya sangat bergantung dengan internet dan media sosial.

"Berdasarkan survei Alfara, 8 dari 10 generasi milenial rata-rata terkoneksi dengan internet. Temuan-temuan dari Alfara, dari riset PPIM UIN Jakarta, menyebut 51 persen mahasiswa muslim intoleran terhadap kaum muslim minoritas (Syi'ah dan Ahmadiyah). 58,5 persen mahasiswa muslim punya pandangan radikal," kata Sukron Kamil.

Uniknya, para penyebar ajaran intoleransi dan radikalisme bahkan terorisme memanfaatkan peluang itu untuk menyebarkan ajaran mereka.

Sementara hanya sedikit ustad atau pemuka agama moderat yang menyebarkan ajaran Islam melalui media sosial. Padahal, untuk mengcounter intoleransi dan radikalisme di medsos itu juga semestinya melalui medsos pula.

"Ustad kita ini kurang banyak mengikuti blog dan medsos," demikian Sukron Kamil,seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL. [sri]

Komentar Pembaca
Jika KPU Tak Netral, People Power Bisa Terwujud
Warga Madura Tawarkan Senjata Untuk La Nyalla

Warga Madura Tawarkan Senjata Untuk La Nyalla

SENIN, 22 APRIL 2019 , 15:00:00

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00