Satu Sekolah Masih Menolak Vaksinasi MR

Sosial  JUM'AT, 23 NOVEMBER 2018 , 15:55:00 WIB | LAPORAN: DELTA HANDOKO

Satu Sekolah Masih Menolak Vaksinasi MR

Rapat bersama Wawako terkait target vaksinasi MR/RMOLSUMSEL

RMOLSumsel.Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pagaralam menindaklanjuti target vaksinasi Measles Rubella (MR) di Kota Pagaralam yang belum tercapai.

Hari ini, Jumat (23/11)  di ruang rapat Besemah II,  Setda Kota Pagaralam dan Dinkes kembali menggelar rapat bersama Wakil Walikota Pagaralam Muhammad Fadli serta menghadirkan beberapa kkepala sekolah dan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) serta pimpinan yayasan di Kota Pagaralam.

Pihak sekolah yang dihadirkan adalah yang menolak dan cakupan vaksinasi MR nya dinilai masih rendah.

Untuk diketahui, per November 2018 cakupan vaksinasi MR di Kota Pagaralam belum mencapai target nasional 95 %, dari 33,971 sasaran (anak perkelompok umur) baru 29,141 (85,78) persen yang sudah divaksinasi MR oleh 7 Puskesmas yang ada di lima kecamatan di Kota Pagaralam.

Sedangkan berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Kesehatan Nomor SR.02.06/MENKES/6g0/2018 bagi kabupaten/ kota yang cakupanya belum sampai target harus melanjutkan kampanye dan vaksinasi MR tersebut kepada anak per kelompok umur.

Alhasil, dari rapat beberapa sekolah khususnya yang berbasis agama mengatakan bahwa sekolah tidak pernah melarang atau menolak  agar siswa-siswi di vaksinasi namun saja belum ada kesepakatan antara sekolah dengan wali murid apakah anak anak mereka diperbolehkan untuk divaksinasi.

"Apalagi dengan adanya polemik yang sempat menyatakan bahwa vaksin tersebut haram dan mengandung cairan babi, sehingga wajar kalau orangtua murid ragu bahkan melarang," ucap salah satu kepala sekolah yang hadir.

Berbeda halnya dengan salah satu sekolah lainnya, yang menyatakan tidak bermaksud menentang apa yang menjadi program pemerintah terkait vaksin MR tersebut, namun selaku sekolah yang berpegang teguh dengan fatwa ulama tetap menolak untuk memfasilitasi siswa-siswi untuk di vaksin MR.

"Silahkan kalau siswa siswi atau orang tua yang ingin anaknya divaksin, namun selaku yayasan ataupun sekolah kami tidak akan memfasilitasi pihak manapun untuk datang meberikan vaksin tersebut, " tukas Ervan salah satu pengurus Yayasan Lantabur Kota Pagaralam.

Dengan adanya perbedaan pemahaman tersebut, suasana rapat sempat sedikit tegang. Namun Wakil Walikota Pagaralam Muhammad Fadli langsung memutuskan bahwa dalam hal ini tidak perlu lagi ada pembahasan tentang beda pemahaman tersebut.

"Sekarang bagaimana caranya agar apa yang menjadi target pemerintah pusat tersebut bisa tercapai," tegasnya.

Fadli menjamin, dalam upaya mencapai target ini tidak ada pihak yang disalahkan apabila nantinya adanya hal yang tidak diinginkan akibat dari diberikan atau tidaknya vaksin MR tersebut.

"Karena sudah jelas, meskipun menolak pihak sekolah maupun yayasan hanya tidak bersedia memfasilitasi saja, soal individunya (siswa) mau divaksinasi itu tidak dilarang oleh mereka," ucapnya.

Artinya, tambah Wawako, dalam hal ini tinggal bagaimana Dinkes Kota Pagaralam terus berupaya agar dalam waktu kurang dari dua bulan ini target tersebut bisa tercapai.[sri]






Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00