"Guruku Sayang" Bikin Putra Mantan Bupati Bahagia

Budaya  KAMIS, 22 NOVEMBER 2018 , 17:50:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Sofian Saleh/RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Guru membuat perlombaan kepada muridnya ini hal yang biasa. Namun, kali ini sebaliknya. Guru yang mengikuti lomba, mungkin agak jarang terjadi.

Ya. Dalam rangka memperingati hari guru nasional dan Hari Ulang tahun (HUT) ke- 73 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengadakan berbagai macam kegiatan dan lomba.

Salah satunya, lomba paduan suara yang diikuti ratusan guru se Kabupaten OKU, di gedung SKB, Baturaja, Kamis (22/11).

"Lomba paduan suara ini diikuti 120 peserta (grup paduan suara,red). Kita gabung, terdiri atas guru dan siswa se kabupaten OKU semua tingkatan sekolah," ungkap Nurwati, Koordinator lomba Paduan Suara.

Untuk guru dan siswa, ada satu lagu yang wajib dinyanyikan selain lagu lainnya, yakni lagu berjudul "Guruku Sayang".

Nah, lagu ini cukup populer di kalangan guru dan siswa karena liriknya dirasa pas dengan masa sekarang. Apalagi lagu itu diciptakan oleh Sofian Saleh, putra mantan Bupati OKU periode 1979 - 1989.

"Sebenarnya lagu ini kita lombakan untuk mengulang kesuksesan kemarin. Kedua, syairnya memang menyentuh dengan masa sekarang. Rasanya lebih dekat. Bukan berarti lagu 'Guru Pahlawan tanpa Tanda Jasa" itu dilupakan, tidak. Segala sesuatu mengikuti momen. Intinya, lagu "Guruku Sayang"  Lebih menyentuh saja," papar Nurwati.

Intinya lagi lanjut Nur, lomba paduan suara dengan menyanyjkan lagu "Guruku Sayang", itu sebagai wujud cinta kita kepada guru.

"Selain paduan suara, ada rangkaian kegiatan lainnya. Diantaranya, ada jalan santai, lari 10 kilometer, lomba drumband, seminar, lalu akan ditutup dengan acara puncak Senin 26 November di Islamic Center," sambungnya.

Sementara itu, Sofian Saleh, putra mantan Bupati OKU H Saleh Hasan, yang juga pencipta lagu "Guruku Sayang" mengaku senang dan bahagia lagunya diperlombakan.

"Lagu yang saya ciptakan bersama sahabat saya itu memang mempunyai pesan moral yang baik. Agar kita memuliakan guru, bahkan kita wajib mendoakannya setelah kita mendoakan orang tua," sebutnya.

Ia berharap, guru dan murid tidak sekedar menyanyikan lagu itu dengan baik. Tapi dapat membalas jasa guru dengan prestasi.

"Karena kebahagiaan guru adalah ketika melihat murid-muridnya berprestasi," tandasnya. [sri]




Komentar Pembaca
Jika KPU Tak Netral, People Power Bisa Terwujud
Warga Madura Tawarkan Senjata Untuk La Nyalla

Warga Madura Tawarkan Senjata Untuk La Nyalla

SENIN, 22 APRIL 2019 , 15:00:00

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00