DMI: BIN Terlalu Khawatir

Politik  KAMIS, 22 NOVEMBER 2018 , 16:15:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

DMI: BIN Terlalu Khawatir

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Ibnu Sodik/rmolsumsel

RMOLSumsel. Informasi data 41 masjid terpapar radikalisme oleh Badan Intelejen Nasional (BIN), hanyalah sebuah bentuk kekhawatiran saja.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Ibnu Sodik, saat dihubungi rmolsumsel, Rabu (21/11).

"Ya, itu menurut saya bentuk kekhawatiran saja. Dak masalah," ujar Ibnu Sodik.

Lebih lanjut dijelaskan Sodik, bahwa indikator dari pengertian Radikalisme itu berbeda-beda.

Ada yang berpersepsi yang mengarah kepada pemikiran Islam. Seperti misal, sistem negara ini harus disesuaikan syariat Islam.

Nah, kalau hal yang macam ini, kata dia, jelas akan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

"Seperti halnya HTI, itu jelas mengancam. Karena mulai dari top-nya, mereka akan mengubah sistem negara ini. Saya tahu karena dulu saya pernah ngundang. Mereka lupa kalau bangsa ini beragam. Dan, dari dulu memang sudah ada tokoh yang menggerakkan itu, tapi kan pada akhirnya tidak bisa dipaksakan," jelas Sodik.

Beda halnya lagi jika difahami secara syar'i. Sebab, ada sebagian muslim yang memang menjalankan syariat bagi kehidupannya.

Misal dalam berpakaian, mereka ingin syar'i. Berdagang juga secara syar'i, dan lain sebagainya.

Nah, kalau yang seperti ini, menurut Sodik, tidak perlu dikhawatirkan. Karena Islam memang demikian, menjadi rahmatan lil alamin.

Diakuinya, dengan hadirnya pemikiran-pemikiran orang-orang yang belajar dari luar negeri, Timur Tengah khususnya, mungkin ada pihak yang mengkhawatirkannya. Karena hal itu diyakini akan membuat umat Islam Indonesia lebih Islami.

"Jadi saya kira, ada kecenderungan kekhawatiran Islam di Indonesia akan lebih syar,i. Padahal, itu tidak perlu ditakuti. Islam itu kan rahmatan lil alamin. Ya, kalau BIN tidak mau Islami, tidak apa-apa," imbuhnya.

Untuk di OKU sendiri, lanjut Sodik, pihaknya belum mendapati data atau masjid yang diindikasikan terpapar radikalisme menurut BIN tersebut.

"Kalau di OKU ini baru sebatas perbedaan madzhab saja. Ada yang salafi, ahlus sunnah wal jamaah, jamaah tabligh, dll. Baru tingkat itu. Kalau HTI, dulunya baru embrio saja," demikian Sodik. [sri]





Komentar Pembaca
Jika KPU Tak Netral, People Power Bisa Terwujud
Warga Madura Tawarkan Senjata Untuk La Nyalla

Warga Madura Tawarkan Senjata Untuk La Nyalla

SENIN, 22 APRIL 2019 , 15:00:00

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00