Aneh! Pemilihan BPD Bindu Berbuntut Kisruh...

Daerah  SELASA, 20 NOVEMBER 2018 , 10:35:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Aneh! Pemilihan BPD Bindu Berbuntut Kisruh...
RMOLSumsel. Mediasi antara warga Desa Bindu Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang tidak puas dengan hasil Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan Kepala Desa (Kades) dan Panitia Pemilihan di Kantor Camat Peninjauan, kemarin (19/11), tidak menghasillan kesimpulan apapun. Alias buntu.

Kedua belah pihak bersikukuh dengan pendapat masing-masing. Kubu yang tidak puas tetap menginginkan diadakan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Sedangkan pihak Kades dan Panitia tidak menerima untuk dilakukan PSU.

Oleh karena itu, warga akan melanjutkan persoalan ini dan melaporkannya ke Bupati serta ahli hukum.

Mediasi yang kedua kalinya digelar itu, sangat alot. Sempat memanas hingga nyaris ricuh lantaran belum menemukan titik terang kesimpulannya.

Bahkan salah satu oknum dari pihak kepala desa tidak mengizinkan wartawan untuk meliput mediasi itu dan sempat membentak untuk tidak mengambil gambar.

Diketahui, warga tidak puas dengan hasil Pemilihan BPD. Warga menuding pemilihan dilaksanakan tidak secara demokratis, penuh intrik dan settingan. Mereka mensinyalir ada keterlibatan perangkat desa dan Kades di dalamnya.

Warga menuntut agar dilakukan PSU berdasarkan mata pilih Kepala Keluarga,  tanpa ada pengecualian dan dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku.

Namun itu tadi, keinginan warga untuk PSU ditolak pihak Kepala desa dan Pamitia Pemilihan BPD.

Salah satu warga Bindu, M Zaki,  mengungkapkan ada indikasi pengkondisian saat pemilihan dari pihak perangkat desa serta panitia. Yang menerima undangan untuk pemilihan BPD beberapa waktu lalu tidak sesuai.

Menurut Zaki, yang sangat kelihatan kecurangan yang dilakukan panitia adalah sistem pemilihannya. Ia mengaku punya bukti bahwa tidak seluruh KK di Desa Bindu diundang.

"Untuk pembagian wilayah saat pemilihan ada empat. Salah satunya wilayah Kampung Satu, yang diundang oleh panitia berjumlah 88 orang, sementara KK yang ada di Kampung Satu berjumlah 240 KK. Jadi dari sini kami melihat tidak sampai 50 persen yang diundang. Jelas ini berbenturan dengan aturan," katanya seraya menerangkan kecurangan-kecurangan lainnya, Selasa (20/11).

Pihaknya juga menilai, baik Kades dan Panitia sudah kelihatan tidak ingin mengulang pemilihan ini dengan berbagai alasan. Salah satunya mengenai dana.

Warga yang menolak hasil pemilihan ini mengaku, mereka akan terus mengawal persoalan tersebut dan melaporkannya sampai ke tingkat atas.

Sementara itu, Kades Bindu Saherman saat ditanya awak media terkait tuntutan warga, mengaku tetap bersikeras untuk mengesahkan BPD yang terpilih.

Mereka tidak menerima untuk dilakukan pemilihan ulang, dengan mengklaim telah sesuai aturan yang sah.

"Pemilihan sudah, panitia dan Kades nurut aturan yang berlaku. Jadi tidak ada pemilihan ulang," ujarnya.

Lalu apa kata Camat? Camat tidak mau memberikan komentar apapun terkait persoalan itu kepada wartawan. Bahkan seolah tak punya beban, ia pun berlalu pulang begitu saja. [ida]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00