New Town Kopitiam Coba Kelabui Pemerintah

Peristiwa  SENIN, 19 NOVEMBER 2018 , 11:59:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

New Town Kopitiam Coba Kelabui Pemerintah

Limbah d Drainase Samping New Town Kopitiam/RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Limbah yang ditemukan tepat di saluran drainase disamping New Town Kopitiam yang terletak di persimpangan jalan Bangau dan jalan Mayor Ruslan, menjadi bukti lemahnya pengawasan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk dalam mengeluarkan rekomendasi perizinan di Kota Palembang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kota Palembang, Ahmad Bastari mengatakan, melihat dari temuan Walikota Palembang hari ini, Minggu (18/11/18), adalah upaya mengelabui yang dilakukan pemilik ataupun pengelola New Town Kopitiam.

"Jika melihat hari ini, kita semacam dikelabui oleh mereka, diatas mereka tutup seolah-olah dibawah salurannya berfungsi, tapi ternyata salurannya di cor lagi teris ditimbun dengan pasir, yang menyebabkan salurannya terputus ditengah dan diujung dibuat dua manhole seolah-olah bisa dilewati oleh air," ungkapnya.

Upaya mengelabui yang dilakukan itu, saat penutup cor bagian atas drainase dibongkar dengan menggunakan alat berat. Namun berhasil dibuka, ternyata saluran tidak berfungsi serta saluran dipenuhi limbah cair yang sudah hampir mengkristal.

"Mereka coba mengelabui dengan tertutupnya bagian atas drainase kemudan ditimbun dengan pasir, ternyata mereka tidak memiliki pusat instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) yang menjadi kewajiban setiap jenis usaha restoran/rumah makan," ungkapnya.

Bastari mengatakan, besok pihaknya akan memberikan peringatan ke pengelola bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Dimana, PU sendiri akan memberikan tindakan terkait fasilitas prasarana yang seharusnya harus dipenuhi oleh pemilik restoran saat mengajukan izin. Seperti pembuatan fasilitas saluran drainase termasuk penyediaan IPAL.

"Kami akan berikan peringatan ke pemilik resotaran dan rekomendasi ke DLHK terkait pengelolaan lingkungan. Karena disini kami lihat ada upaya mengelabui," ujarnya.

Melihat kondisi dan temuan tersebut, Bastari memastika jika restoran tersebut sama sekali tidak memiliki pengelolaan limbah dan langsung membuang limbah ke saluran drainase.

Padahal saat mengajukan izin, salah satu yang harus dipenuhi sesuai Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2013 tentang izin lingkungan. Dan itu berkaitan dengan izin lingkungan mereka seperti UKL-UPL atau Amdal mereka saat melakukan izin.

"Tadi jelas sekali jika mereka tidak ada pengelolaan limbah, mereka langsung buang dan seolah-olah saluran kota itu mereka jadikan bak pembuangan mereka, itulah kenapa mereka cor," terangnya.[rik]

Komentar Pembaca
Harga Sawit Turun, Ini Beda Solusi SBY dan Jokowi

Harga Sawit Turun, Ini Beda Solusi SBY dan Jokowi

SENIN, 17 DESEMBER 2018 , 17:00:00

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00