Temuan Limbah Kopitiam Bangau Tanggung Jawab DLHK

PEMKOT PALEMBANG  MINGGU, 18 NOVEMBER 2018 , 16:15:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Temuan Limbah Kopitiam Bangau Tanggung Jawab DLHK
RMOLSumsel. Temuan limbah di saluran drainase yang terletak tepat samping New Town Kopitiam Jalan Mayor Ruslan tidak jauh dari kawasan IBA, menjadi tanggung jawab sepenuhnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang.

Bahkan, Walikota Palembang, H. Harnojoyo meminta agar DLHK tegas terhadap temuan dan menindak setiap pengusaha yang melanggar aturan terkait pengelolaan limbah seperti yang ditemukan hari ini, Minggu (18/11/18) saat gotong royong.

"Coba tanya ke DLHK atau PU untuk aturannya. Dan ini jadi tanggung jawab mereka sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengawasi. Hari ini ia tidak hadir karena jadi ketua panitia, tolong tanyakan," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kota Palembang, Ahmad Bastari menerangkan, untuk pengelolaan limbah sepenuhnya ada di DLHK, sedangkan PU-PR terkait rekomendasi untuk teknisnya, seperti struktur bangunan dan prasarana.

"Izin ini semuanya ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), dan berkaitan dengan limbah rekomendasi lingkungan yang mengeluarkan DLHK, Lalu Lintasnya Dishub, untuk teknisnya seperti struktur bangunan dan prasarana baru di PU-PR," ungkapnya.

Bastari menerangkan, meski menjadi tanggung jawab DLHK, Dinas PU-PR juga akan memberikan tindakan terkait fasilitas prasarana yang seharusnya harus dipenuhi oleh pemilik restoran saat mengajukan izin. Seperti pembuatan fasilitas saluran drainase termasuk penyediaan IPAL.

"Kami akan berikan peringatan ke pemilik resotaran dan rekomendasi ke DLHK terkait pengelolaan lingkungan. Karena disini kami lihat ada upaya mengelabui," ujarnya.

Melihat kondisi dan temuan tersebut, Bastari memastika jika restoran tersebut sama sekali tidak memiliki pengelolaan limbah dan langsung membuang limbah ke saluran drainase.

Padahal saat mengajukan izin, salah satu yang harus dipenuhi sesuai Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2013 tentang izin lingkungan.

"Tadi jelas sekali jika mereka tidak ada pengelolaan limbah, mereka langsung buang dan seolah-olah saluran kota itu mereka jadikan bak pembuangan mereka, itulah kenapa mereka cor," terangnya.

Sementara itu, Kepala DLHK Kota Palembang, Faizal.AR mengaku, akan segera memanggil pihak New Town Kopitiam, dan akan melakukan pemeriksaan terkait dokumen-dokumen perizinannya termasuk ada atau tidak IPAL nya.

"Besok kami panggil dan akan kami periksa semua dokumen perizinan. Kemudian akan kami berikan peringatan keras dan jika tidak mengindahkan akan kita tutup," ungkapnya.

Faizal memastikan, akan memberikan tindakan tegas terhadap siapapun yang melanggar aturan terkait dengan lingkungan.

"Setiap jenis usaga wajib memiliki IPAL, apalagi usaha restoran seperti itu. Besok akan kami berikan teguran keras," tutupnya singkat. [sri]














Komentar Pembaca
Harga Sawit Turun, Ini Beda Solusi SBY dan Jokowi

Harga Sawit Turun, Ini Beda Solusi SBY dan Jokowi

SENIN, 17 DESEMBER 2018 , 17:00:00

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00