Jangan Produksi, Masyarakat Tak Intervensi

Daerah  SABTU, 17 NOVEMBER 2018 , 07:16:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Jangan Produksi, Masyarakat Tak Intervensi

RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) kembali melakukan mediasi polemik tambang Batubara antara PT Selo Argodedali dengan kelompok masyarakat Desa Battuwinangun Kecamatan Lubuk Raja, di aula Abdi Praja Pemkab OKU, Jumat (16/11) siang.


Mediasi yang telah dilakukan untuk kesekian kalinya, ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) OKU, H. A Tarmizi.

Cukup dingin dan cair suasana mediasi yang dipimpin oleh mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) OKU itu.

Dengan pembawaan santai tanpa ketegangan dan suara yang serak-serak basah, Sekda mempersilahkan semua pihak yang hadir pada mediasi itu menyampaikan hal-hal apapun yang berkaitan dengan perselisihan itu, guna mendapatkan titik temu dan solusi terbaik.

Secara bergilir, Sekda memberi kesempatan pihak-pihak terkait untuk berbicara.

Mulai dari tokoh agama setempat, pihak keamanan (unsur TNI dan Polri), pihak perusahaan (PT Selo Argodedali) serta warga yang pro tambang, dan warga yang bersikukuh menolak tambang dengan harga mati.

Hampir tiga jam mediasi, dan kedua pihak menyampaikan argumennya, Sekda pun sedikit mendapat titik temu dalam persoalan tersebut.

Sehingga pada akhirnya Pemkab melalui Sekda, mengambil kesimpulan sementara. Yakni, meminta pihak perusahaan jangan memaksakan untuk berproduksi, dan pihak masyarakat jangan mengintervensi.

Kesimpulan itu dilontarkan Sekda berkaitan dengan permasalahan kepemilikan lahan warga di bagian depan (yang jadi satu-satu akses jalan ke areal tambang), yang diklaim sebagai jalan Kabupaten.

Diketahui, bahwa persoalan kepemilikan tanah warga yang diklaim sebagai jalan Kabupaten itu telah dilaporkan ke Polda Sumatera Selatan, terkait dengan surat hibah yang dinilai bermasalah.

Nah, Sekda dalam hal ini mengusulkan untuk dilakukan mediasi kembali terkait ganti rugi lahan warga itu, dengan pihak perusahaan. Namun usulan itu ditolak kuasa hukum masyarakat pemilik lahan, karena masyarakat ingin tetap menempuh jalur hukum sebagai jalan keluar permasalahan tersebut.

Oleh karena jalur hukum telah ditempuh, maka Sekda mempersilahkan masing-masing pihak melalui pengacaranya mengurus sampai persoalan hukum itu sampai clear, hingga ada kekuatan hukum tetap.

"Oleh karenanya, selagi jalur hukum belum selesai, kami minta semua pihak untuk menahan diri. Pihak perusahaan jangan memaksakan untuk berproduksi, dan pihak masyarakat jangan mengintervensi. Hasil rapat mediasi ini akan dituangkan dalam notulen rapat dan akan dilaporkan kepada Gubernur oleh Bupati," pungkas Sekda.

Sementara itu Danramil 403-12/ Baturaja, Kapten Czi. Handayani Watulaga, mewakili Dandim O403 OKU, juga meminta pihak perusahaan maupun dari masyarakat untuk sama-sama tidak memaksakan diri.

"Mari sama-sama menahan diri. Jangan sampai ada konflik horizontal, dan tetap kita jaga suasana kondusif di Batumarta dan Kabupaten OKU," tegasnya.

Sedangkan Kanit Sosbud Intelkam Polres OKU Ipda Arie Gusman menyampaikan bahwa terkait polemik tambang ini, pihaknya telah melakukan pemetaan, dan didapati dinamika yang terjadi di lapangan semakin berkembang.

Untuk itu, jangan sampai terjadi konflik horizontal dan jangan sampai menimbulkan permasalahan baru kedepannya. Apapun hasilnya nanti agar tidak saling memprovokasi,” harapnya. [irm]



Komentar Pembaca
Harga Sawit Turun, Ini Beda Solusi SBY dan Jokowi

Harga Sawit Turun, Ini Beda Solusi SBY dan Jokowi

SENIN, 17 DESEMBER 2018 , 17:00:00

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00