Caleg Perempuan Kedepankan 'Cantik' Berpolitik

Politik  KAMIS, 08 NOVEMBER 2018 , 17:35:00 WIB | LAPORAN: SUHARDI

Caleg Perempuan Kedepankan 'Cantik' Berpolitik

Ngopi Bareng Bung FK/RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Sejumlah orang khususnya kaum perempuan menilai dunia politik merupakan suatu hal yang 'menakutkan'. Terlebih jika pengalaman politik yang dimiliki masih sangat minim. Seperti yang diutarakan, salah satu Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Palembang dari Partai Amanat Nasional (PAN),  Dewi Ratih Anggraini atau yang akrab disapa Nyi Ratih.

Menurutnya, politik bisa sangat menakutkan jika pelaku politik itu melakukan kegiatan politik diluar koridor. Bahkan tidak sedikit pelaku politik yang mendekam dibalik jeruji besi karena terjerat kasus hukum.

"Saya sangat surprise pertama kali berpolitik, karena politik ini menakutkan. Apalagi banyak berita yang menunjukkan orang yang berkecimpung di dunia politik masuk jeruji besi. Bahkan teman dekat atau saudara bisa pecah akibat berpolitik ini. Namun saya mencoba memberanikan diri maju berpolitik sebagai pejuang wanita untuk menepis anggapan bahwa politik itu tidak sekejam, senaif yang dibayangkan jika kita sesuai koridor," ujar Nyi Ratih, di acara Ngopi Bareng Bung FK alias Fatkurohman, di Lord Cafe, Kamis (8/11/2018) sore.

Bukan hanya ingin menjadi pejuang wanita, alasan dirinya maju sebagai caleg pun untuk menyampaikan suara rakyat kepada pemerintahan dan memajukan suatu daerah.

"Memang perjuangan saya berat, karena di dapil 2 ini total ada 176 caleg yang maju, dengan total 6 caleg incumbent yang akan berebut 11 kursi. Tapi inilah yang jadi faktor pendorong saya untuk berjuang dengan berpolitik secara baik dan santun. Saya juga ingin masyarakat melihat bahwa wanita juga bisa berjuang di dunia politik," tegasnya.

Hal serupa juga disampaikan Calon Anggota DPD RI asal Sumsel Siska Marleni yang menyatakan bahwa kaum perempuan harusnya bisa memenuhi kuota keterwakilan 30 persen di kursi legislatif.

"Dari segi representatif, kuota 30 persen itu sudah cukup mewakili perempuan. Hal ini harus didorong oleh stakeholder ataupun partai politik agar perempuan juga dapat kesempatan yang sama untuk menjadi wakil rakyat," ujar Siska.

Namun demikian, kata Siska, kuota tersebut juga jangan dianggap sebagai tiket gratis untuk perempuan untuk jadi legislator.

"Itu juga kembali pada kapasitas dari perempuan itu sendiri, bagaimana dirinya berpolitik juga menjadi nilai tambah. Oleh karena itu perlu cara cantik berpolitik agar masyarakat bisa menilai kemampuan caleg perempuan," kata Anggota DPD incumbent ini.

Cantik berpolitik ini, dalam artian setiap caleg perempuan yang berkecimpung di dunia politik harus mengedepankan politik yang santun dan etis.

"Perempuan harus lebih berjuang untuk menjadi wakil rakyat. Tetap berpolitik santun, jangan berpolitik belah bambu yang rela menginjak sisi sebelah untuk menginjak sisi lainnya," tuturnya.

Sementara, Dewan Pakar Analisis Sosial Politik Rumah Citra, Fatkurohman S.Sos mengatakan hal terpenting dalam berpolitik mengedepankan hal positif.

"Positif bagi negara, positif bagi masyarakat dan positif bisa terpilih," katanya.

Ia juga menambahkan, harus ada pembuktian dari kaum perempuan untuk memenuhi kuota keterwakilan sebesar 30 persen tersebut.

"Saya rasa bukan tidak mungkin kuota tersebut dapat terpenuhi jika melihat banyaknya perempuan yang maju di pileg 2019," tukasnya.[sri]




Komentar Pembaca
#PolitisiOnTheRoad: Menggugat Surya Paloh Karena Sayang
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 19:00:00

Ma

Ma"ruf Amin Dilaporkan Ke Bawaslu

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00