Senin Dishub Terapkan Larangan Melintas Truk Barang Bermuatan Besar

Ekonomi  RABU, 07 NOVEMBER 2018 , 20:25:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Senin Dishub Terapkan Larangan Melintas Truk Barang Bermuatan Besar

Truk batubara yang melintas/RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Sesuai instruksi Walikota, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang mulai Senin (12/11/18), akan melakukan uji coba larangan melintas dalam Kota Palembang bagi angkutan barang bermuatan besar seperti tronton dan puso.

Dimana, mobil angkutan berbadan besar tersebut, ungkap Kepala Dishub Kota Palembang, Kurniawan dilarang  melintas mulai dari jam 06.00 pagi hingga 22.00.

"Senin kita mulai, dan ada kompensasi satu jam, jadi yang awalnya mereka dilarang melintas mulai dari jam 06.00 pagi hingga 22.00, berubah hanya sampai pukul 21.00 WIB," ungkapnya kepasa RMOL Sumsel, Rabu (7/11/18).

Kurniawan mengatakan, saat ini beberapa rambu-rambu baru terkait larangan tersebut, telah dipasang. Dimana, mobil angkutan barang boleh melintas keluar dari Boom Baru melalui Jalan Residen Abdul Rozak pukul 09.00 hingga 15.00, tapi tidak boleh melintas masuk ke dalam kota mulai pukul 06.00 hingga 21.00.

"Saat rapat bersama pengusaha disepakati untuk mobil yang keluar dari boom baru diperbolehkan melintas. Tapi tak melintasi Jalan R Soekamto melainkan dari Simpang Patal belok kanan menuju Jalan MP Mangkunegara tujuan Jalan Kebon Sayur," ulasnya.

Kebijakan terkait larangan tersebut, sambung Kurniawan, sudah disepakati bersama forum lalu lintas dan para pengusaha jasa angkut.

"Kita akan lihat realisasi dilapangan melalui uji coba. Nanti baru dapat dilihat mana yang akan dievaluasi setelah uji coba. Barulah nanti kita permanenkan," ujarnya.

Kurniawan menerangkan, terkait uji coba ini, ada delapan ruas jalan yang tidak diperbolehkan melintas di Jalan Parameswara, Demang Lebar Daun, Basuki Rahmat, R Sukamto, Residen A Rozak, RE Martadinata, Yos Sudarso, dan Jalan Nur Amin.

"Mobil angkutan barang dan angkutan berbadan besar boleh melintas dengan berat maksimal 8 ton dan jenisnya pun bukan kendaraan besar," tuturnya.

Kurniawan berharap, semua mobil barang dilarang masuk dalam kota, untuk mengikuti pengaturan waktu operasional jaringan lintas diberikan izin dispensasi yang dikeluarkan oleh walikota Palembang.

"Jika melanggar maka Walikota tidak segan-segan memberikan sanksi terberat. Karena yang Walikota pikirkan karena sudah banyak korban akibat terlalu bebasnya kendaraan tersebut melintas didalam kota saat jam sibuk," tandasnya. [sri]







Komentar Pembaca
#PolitisiOnTheRoad: Menggugat Surya Paloh Karena Sayang
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 19:00:00

Ma

Ma"ruf Amin Dilaporkan Ke Bawaslu

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00