Tradisi Islam Dalam Rabu Wekasan

Oleh: Alireza Alatas

Budaya  RABU, 07 NOVEMBER 2018 , 07:40:00 WIB

Tradisi Islam Dalam Rabu Wekasan
 TRADISI lokal di Indonesia tak dapat dipungkiri banyak yang senyawa dengan tuntunan Islam. Di antara tradisi tersebut adalah Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan yang merupakan nama hari Rabu terakhir di Bulan Safar pada Kalender lunar versi Jawa. Tahun ini, Rabu Wekasan jatuh pada hari ini, Rabu (7/11).


Menariknya pada rabu terakhir di bulan Safar yang diyakini sebagai hari naas, budaya lokal setempat mendorong ke arah sedekah dan upacara-upacara yang sekaligus di dalamnya acara berbagi atau bersedekah. Semua itu diadakan dalam rangka menolak musibah atau tolak bala´.

Di Islam sendiri sedekah diyakini sebagai tolak bala´. Diriwayatkan At Tabrani pada Al Kabir dari Rafi´ bin Khudaij ra, Rasulullah Saw bersabda, "Sedekah itu menutup 70 pintu keburukan."

Sebagai contoh, sejumlah tradisi lokal yang digelar pada Rabu Wekasan adalah Sedekah Ketupat atau Sidekah Kupat di daerah Dayeuhluhur, Cilacap. Ada juga upacara Rebo Pungkasan, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta.

Di Cirebon, Rabu Wekasan dikemas dalam tradisi `Ngirab´. Di sejumlah daerah juga digelar dengan istilah `Safaran´ dalam rangka Rabu terakhir di bulan Safar. Dalam acara-acara tersebut juga ada pembagian makanan (baca sedekah) yang biasanya dalam sajian berupa ketupat, apem dan nasi tumpeng.

Ternyata budaya tersebut berakar pada Islam. Bila menengok sejarah perjalanan manusia, murka Allah seringkali turun pada hari Rabu terakhir pada bulan Safar.

Di antaranya peritiwa yang terjadi pada Rabu terakhir bulan Safar atau Rabu Wekasan adalah pembunuhan Qabil terhadap Habil, adzab yang meluluhlantakkan kaum Luth, upaya pembakaran terhadap Nabi Ibrahim as dan angin badai yang menghancurkan kaum ´Aad.

Dalam sebuah riwayat dikisahkan , seorang laki-laki bertanya kepada Imam Ali sa sebagai pintu ilmu Rasulullah Saw, "Wahai Amirul Mukminin, beritahukanlah kami terkait hari Rabu yang nasib buruk dan beban berat terjadi padanya! Hari Rabu yang mana?"

Imam Ali menjawab, " Hari itu adalah akhir Rabu dari bulan-bulan, dan saat itu bulan tak terlihat (mihaq). Pada hari itu Qabil membunuh saudaranya, Habil. Hari Rabu itu, Nabi Ibrahim as  dilempar ke dalam api dan diletakkan ke alat pelontar (dengan alat pelontar itu Nabi Ibrahim sa dilempar ke dalam api). Pada hari Rabu itu, Allah menenggelamkan Firaun. Pada hari itu, Allah membalikkan kampung Nabi Luth sa. Pada hari Rabu itu pula, Allah mengirimkan badai kepada kaum ´Aad."



Pembela Ulama dan NKRI, Aktivis Silaturahmi Anak Bangsa Nusantara (SILABNA)

Komentar Pembaca

SENIN, 14 JANUARI 2019

Peninggalan Rasulullah SAW Dipamerkan di Medan
Melangitkan Doa

Melangitkan Doa

MINGGU, 06 JANUARI 2019

Bermedsos..Prajurit TNI Wajib Jaga Ini..
Tahun Baru Disambut dengan Doa dan Dzikir
Di Beranda 2019

Di Beranda 2019

SENIN, 31 DESEMBER 2018

Pendukung OSO Demo KPU

Pendukung OSO Demo KPU

SENIN, 21 JANUARI 2019 , 15:00:00

Alumni Maroko Pilih Netral Dalam Pilpres

Alumni Maroko Pilih Netral Dalam Pilpres

SENIN, 21 JANUARI 2019 , 13:00:00

BENANG MERAH (EPS.164): Jokowi Main Bumerang, Prabowo Banyak Nahan
Ampera Terbakar

Ampera Terbakar

KAMIS, 20 DESEMBER 2018 , 16:14:00

Penampakan Sampah di Depan Komplek Elite

Penampakan Sampah di Depan Komplek Elite

JUM'AT, 23 NOVEMBER 2018 , 16:14:00

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

SENIN, 24 DESEMBER 2018 , 20:58:00