Gunakan Metode Baru, BPS Data Luas Panen OKU

Daerah  RABU, 31 OKTOBER 2018 , 14:58:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Gunakan Metode Baru, BPS Data Luas Panen OKU
RMOLSumsel. Badan Pusat Statistik (BPS) Ogan Komering Ulu (OKU) melakukan Pendataan Statistik Tanaman Pangan Terintegrasi dengan metode Kerangka Sampel Area (KSA), yang merupakan cara terbaru serta modern.

Kepala BPS Kabupaten OKU, Ir. Budiriyanto, MAP,  mengatakan, pendataan ini adalah suatu metode baru yang dikembangkan oleh BPPT bekerja sama dengan BPS dalam rangka memperbaiki metode pengumpulan data luas panen yang didasarkan pada hasil pandangan mata petugas pengumpul data.

"Metode ini dilakukan dengan cara yang lebih objektif dan modern dengan melibatkan perangkat teknologi di dalamnya. Sehingga data pertanian yang dikumpulkan khususnya komiditi padi menjadi akurat dan tepat waktu," ujar Budiriyanto, usai melakukan pengawasan lapangan di desa Pedataran dan  Belandang, Kecamatan Ulu Ogan.

KSA jelas dia, didefinisikan sebagai teknik pendekatan penyampelan yang menggunakan area lahan sebagai unit enumerasi. Sistem ini berbasis teknologi sistem informasi geografi (SIG), pengideraan jauh, teknologi informasi, dan statistika yang saat ini sedang diimplementasikan di Indonesia untuk perolehan data dan informasi pertanian tanaman pangan.

Pendataan statistik tanaman pangan terintegrasi dengan metode KSA yang dilaksanakan di Provinsi Sumatra Selatan itu dilakukan di seluruh Kabupaten/Kota.

Untuk OKU sendiri, dilakukan di 13 Kecamatan. Jumlah segmen yang akan diamati di 13 Kecamatan tersebut berjumlah 38 segmen yang berupa lahan sawah. Dimana masing-masing segmen berluas 9 hektar. Masing-masing segmen terdiri dari 9 sub segmen, dimana masing-masing subsegmen berluaskan 1 hektar.

Jumlah petugas pendatanya sebanyak 11 orang, yang terdiri dari 8 orang pencacah dan 3 orang pengawas. Pencacah akan mengamati fase pertumbuhan padi setiap sub segmen.

Di mana fase pertumbuhan padi terdiri dari vegetatif awal, vegetatif akhir, generatif, panen, persiapan lahan, puso, lahan sawah ditanami bukan padi, dan bukan sawah.

"Petugas dibekali aplikasi berbasis andorid, yaitu aplikasi KSA untuk menentukan fase tumbuh dan akan mengambil gambar dengan aplikasi tersebut dan langsung di upload di server KSA, sehingga penentuan fase tumbuh tanaman padi oleh petugas dibuktikan juga dengan gambar visual," paparnya.

Pendekatan KSA diharapkan mampu menjawab penyediaan data dan informasi yang akurat dan tepat waktu untuk mendukung perencanaan Program Ketahanan Pangan Nasional.[ida]


Komentar Pembaca
Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00

Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

RABU, 17 APRIL 2019 , 19:00:00