Setelah Memusuhi Pemerintah..Kashoggi Tak Dapat Kerja di Arab

Investigasi  KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 15:15:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Setelah Memusuhi Pemerintah..Kashoggi Tak Dapat Kerja di Arab

Jamal Kashoggi dan tunangannya Hatice Cengiz/net

RMOLSumsel. Jamal Kashoggi adalah kemenakan pengusaha terkenal Adnan Kashoggi. Ia sepupu tunangan mendiang Lady Di, Doddi Al Fayed. Jamal merupakan teman dekat Osama bin Laden. Ia dikabarkan tewas dibunuh pada 2 Oktober 2018, hanya 7 menit setelah dirinya memasuki Gedung Kosulat Arab Saudi di Ankara, Turki.

Begitulah tragedi yang mengakhiri perjalanan panjang wartawan sukses Arab ini. Saat kematiannya, ia berstatus kontributor untuk Harian Amerika Serikat The Washington Post. Ia menjadi kontributor koran tersebut setelah dirinya tak lagi mendapat pekerjaan layak di Arab gara-gara ia 'memusuhi' demokrasi di negaranya itu.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tiba di Turki kemarin, dalam rangka mendapatkan penjelasan tentang kematian Kashoggi. Di negara yang dipimpin Presiden Erdogan itu, Pompeo mendapat kabar jurnalis yang namanya mendunia tersebut jadi korban pembunuhan sadis di Konsulat Saudi. Tepatnya, tujuh menit setelah dia masuk gedung perwakilan diplomatik yang terletak di Istanbul tersebut.

"Konsul diminta meninggalkan ruangan. Tidak ada interogasi. Mereka sengaja datang untuk membunuhnya," ujar seorang pejabat Turki yang mengaku telah mendengar rekaman audio dugaan pembunuhan Khashoggi kepada Middle East Eye seperti diberitakan JPNN hari ini, Kamis (18/10).

Awalnya, tersiar kabar bahwa Saudi mengakui kematian jurnalis kritis itu sebagai kelalaian. Sebab, dia melawan saat diinterogasi. Kemarin teori tersebut terpatahkan.

Bersamaan dengan itu, The Wall Street Journal juga menurunkan berita tentang hasil investigasi tim gabungan Turki dan Saudi soal kematian Khashoggi.

Harian berbahasa Inggris itu melaporkan bahwa tunangan Hatice Cengiz itu langsung diserang begitu masuk gedung konsulat. Dia diseret ke ruang kerja Konsul Saudi di Turki, Mohammad Al Otaibi (pengganti Musa'd bin Abdulmuhsin Al Ganawi).

"Beberapa saksi mata mendengar jeritan dari ruangan itu," kata pejabat yang merahasiakan identitasnya tersebut.

Konon, saat itu, Otaibi masih berada di dalam ruangannya. Namun, beberapa media Turki melaporkan bahwa saat pembunuhan terjadi, Otaibi sudah meninggalkan ruangan.

Menurut The Wall Street Journal, harian pro-pemerintah Turki Daily Sabah sebenarnya punya tiga menit rekaman kejadian tersebut. Sayangnya, media itu masih merahasiakannya.

Di dalam ruang kerja Otaibi, tim eksekutor Saudi melumpuhkan Khashoggi dengan suntikan. Pria 59 tahun itu pun tak sadarkan diri. Para eksekutor yang berjumlah 15 orang, sebagaimana dilaporkan Turki, lantas membaringkan Khashoggi di atas meja.

Kabarnya, tubuh kolumnis Washington Post tersebut lantas dimutilasi. Saat itu, Khashoggi sebenarnya masih bernyawa.

Sementara itu, Pompeo bertemu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Menlu Mevlut Cavusoglu di Turki kemarin. Pompeo menegaskan bahwa Raja Salman menampik keterlibatan kerajaan dalam kasus itu. [ida]
SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00