Agar Bertahan, Industri Kain Tuang Kentang Bakal Dibantu

PEMKOT PALEMBANG  SENIN, 15 OKTOBER 2018 , 22:57:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Agar Bertahan, Industri Kain Tuang Kentang Bakal Dibantu

rmolsumsel

RMOLSumsel. Meski harus bersaing dengan kain-kain yang menggunakan teknologi canggih di pasaran, industri kerajinan kain Tuan Kentang tetap bertahan meski berada di pinggiran kota serta dengan modal yang terbatas.

Untuk itu, ungkap Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, dorongan serta bantuan pemerintah menjadi hal utama untuk memajukan usaha kelompok yang berada di Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Jakabaring tersebut.

"Industri kecil kerajinan pinggiran kota  masih tetap bertahan dengan modal yang terbatas ini, mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kota Palembang untuk memajukan usaha kelompok mereka," terangnya.

Dalam kunjungannya, Fitri secara langsung melakukan peninjauan ketempat usaha kelompok yang berangotakan 35 orang dari masyarakat setempat. Menurutnya Pemerintah harus memperhatikan semua pelaku usaha kerajinan ini.

"Tadi saya lihat yang mengerjakanya dari kaum ibu-ibu artinya yang sudah senior dan anak mudahnya ada beberapa orang. Maka dari itu kerajinan ini harus kita lestariakan dengan menurunkan kepada generasi muda untuk melanjutkanya," jelasnya saat berkunjung ke tempat kerajinan, Senin (15/10/18).

Selain itu juga ia menambahkan bahwa Pemkot Palembang akan membantu mereka dalama mengembangkan usaha mereka dengan memberikan modal, pelatihan dan pemasaran. Mereka juga cukup mandiri dalam  mengembangkan usaha mereka untuk maju, tentunya dari usaha inilah bisa memajukan perekonomian kecil.

Ditambahkan Abdul Rahman salah satu ketua kelompok kerajinan menambahkan kami sangat senang sekali sudah dikunjungi oleh Wakil Walikota Palembang yang peduli anak usaha kecil seperti kami. Tadi secara langsung ia melihat pengerjaan pembuatan kain, mulai dari bahannya dipesan sampai ke pengerjaanya.

"Ya dalam 2 hari bisa menghasilkan 1 kain 1 meter dan 1 bulan ini saja bisa memproduksi 150 lembar kain. Untuk karyawan yang ada kami memperkerjakan masyarakat setempat untuk bekerja dan secara langsung bisa menggerakan roda perekonomian masyarakat," jelasnya.

Fitri juga menambahkan jika gejolak kenaikan mata uang dolar ini cukup mempengaruhi produksi, yang penting bahan baku masih dan bisa diperoleh.

Mengenai bahan benang yang diperoleh, ia akui semua berasal dari ekspor seperti jepang, cina, jepang dan lokal. Mengapa bahan lokal ini tidak kami gunakan karena kwalitasnya menjadi kendala sendiri.

"Kami juga secara langsung memberikan kesempatan kepada penduduk asli untuk belajar secara gratis dalam menenun karena generasi mendatang harus mewarisi semua ini. Alhamdulilah dengan memberikan pelatihan ini per satu orang ini secara bertahan ada 15 anak muda yang telah memahami semuanya," ujarnya. [rhd]

Komentar Pembaca
Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00