Pelaksanaan IMF, Jangan Lihat Untung-Ruginya Sekarang

Politik  JUM'AT, 12 OKTOBER 2018 , 17:33:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Pelaksanaan IMF, Jangan Lihat Untung-Ruginya Sekarang

Bagindo Togar/ rmolsumsel

RMOLSumsel. Banyak pihak yang bertanya, apa keuntungan dari Indonesia terkait penyelenggaraan pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank di Nusa Dua Bali hari ini, Jumat (12/10/18).

Karena, sebelum pelaksanaan, Pemerintah diketahui mengalokasikan anggaran Rp855,5 miliar. Dimana, anggaran tersebut merupakan jumlah pagu yang dianggarkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dari 2017 dan 2018.

Sedangkan saat ini Indonesia sedang berduka terkait musibah gempa di Palu dan Donggala Provinsi Sulawesi Tengah.

Namun, bagi pengamat sosial dan politik Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Bagindo Togar Butar Butar mengatakan, jika bertanya untung dan rugi pelaksanaan pertemuan tahunan IMF & WB di Indoenisia, tentu pemerintah telah memikirkan hal tersebut sebelumnya.

"Jika kita kaitkan dengan musibah gempa dan kedatangan delegasi IMF, tentu hal tidak bisa dihubungkan dengan jadwal pelaksanaan. Karena, jauh sebelumnya pelaksanaan ini telah dijadwalkan sebelum musibah itu terjadi, dan pemerintah telah menganggarkan untuk menyambut kegiatan tersebut," ungkapnya.

Alumnus Universitas Sriwijaya ini menerangkan, persoalan untung rugi yang dipersoalkan, tidak dapat dilihat secara langsung.

"Soal untung itu, adalah langsung atau tidak langsung. Karena kita tidak merasakan langsung untung dari tersebut," ungkapnya

Bagindo mengatakan, kegiatan yang sudah terjadwal jika dielakkan tidak mungkin dilakukan, meskipun saat ini sedang ada bencana di Indonesia.

"Sekarang ini tinggal manage nya bagaimana. Dimana pemerintah dapat mengatur management bencana dengan event yang dilaksanakan," tuturnya.

Meski tidak mengetahui secara pasti, namun Bagindo yakin ada keuntungan dari kedatangan peserta IMF. Bahkan, dari informasi beberapa media menyebutkan perputaran uang di Bali selama kegiatan IMF sudah mencapai Rp1,2 triliun.

"Kita mengeluarkan Rp800 miliar, itu juga untuk akses bandara dan beberapa pembangunan infrastruktur lainnya. Jika memang benar perputaran uang selama kegiatan Rp1,2 triliun, artinya kita untung," ucapnya.

Kegiatan pertemuan tahunan IMF yang dilaksanakan adalah wajah Indonesia di mata dunia. Jadi jika dibatalkan maka akan membuat Indonesia malu.

Apalagi semua sudah dipersiapkan termasuk beberapa badan Internasional juga telah mempersiapkan dari jauh sebelumnya.

Dan harus dketahui, uang dikucurkan pemerintah untuk mempersiapkan kegiatan, sama seperti saat Indonesia mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Asian Games 2018 lalu.

"Jado kita jangan melihat apa untungnya sekarang tapi lihat lima tahun kedepan. Sama seperti yang terjadi di Sumsel saat menjadi tuan rumah Asian Games. Berbagai infrastruktur dibangun, agar penyelenggaraan berjalan sukses. Dan kedepan apa yang telah dibangun akan menjadi daya tarik investor dan wisatawan kedepan," tandasnya. [rhd]

Komentar Pembaca
Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00