PEREMPUAN HEBAT DALAM AL QUR'AN

Kemerdekaan Perempuan di Masa Nabi Muhammad SAW

Oleh Nasaruddin Umar

Budaya  JUM'AT, 12 OKTOBER 2018 , 08:18:00 WIB

Kemerdekaan Perempuan di Masa Nabi Muhammad SAW
LUAR biasa Nabi Muham­mad Saw. Yang paling wa­jib berterima kasih kepa­da Nabi Muhammad Saw adalah kaum perempuan. Seandainya bukan karena perjuangan Nabi Muham­mad Saw, menurut Prof. I. Haddad, seorang gurube­sar di Georgetown University, Washington Dc, mustahil kaum perempuan bisa menikmati ke­merdekaan seperti saat ini. Nabi sendiri mem­berikan contoh di dalam keluarganya, bagaima­na memberikan kebebasan dan kemerdekaan terhadap kaum perempuan.

Istri-istri Nabi terutama Aisyah, telah men­jalankan peran politik penting. Selain Aisyah, juga banyak perempuan lain yang terlibat da­lam urusan politik, mereka banyak terlibat da­lam medan perang, dan tidak sedikit di antara mereka gugur di medan perang, seperti Ummu Salamah (istri Nabi), Shafiyyah, Lailah Al-Ghaf­fariyah, Ummu Sinam Al-Aslamiyah.

Sedangkan kaum perempuan yang aktif di dunia politik dikenal misalnya: Fatimah binti Rasulullah, 'Aisyah binti Abu Bakar, 'Atika bin­ti Yazid ibn Mu’awiyah, Ummu Salamah binti Ya'qub, Al-Khoizaran binti 'Athok, dan lain se­bagainya.

Dalam bidang ekonomi perempuan bebas memilih pekerjaan yang halal, baik di dalam atau di luar rumah, mandiri atau kolektif, di lem­baga pemerintah atau swasta, selama peker­jaan itu dilakukan dalam suasana terhormat, sopan, dan tetap menghormati ajaran agaman­ya. Hal ini dibuktikan oleh sejumlah nama pent­ing seperti Khadijah binti Khuwailid (istri Nabi) yang dikenal sebagai komisaris perusahaan, Zainab binti Jahsy, profesinya sebagai penya­mak kulit binatang, Ummu Salim binti Malhan yang berprofessi sebagai tukang rias pengantin, istri Abdullah ibn Mas'ud dan Qilat Ummi Bani Anmar dikenal sebagai wiraswastawan sukses, Al-Syifa' yang berprofesi sebagai sekretaris dan pernah ditugasi oleh Khalifah Umar untuk me­nangani pasar Kota Madinah. Begitu aktif kaum wanita pada masa Nabi, maka Aisyah pernah mengemukakan suatu riwayat "Alat pemintal di tangan wanita lebih baik dari pada tombak di tangan kaum laki-laki". Dalam riwayat lain Nabi pernah mengatakan "Sebaik-baik permainan seorang perempuan muslimah di dalam rumah­nya adalah memintal/menenun".

Jabatan kontroversi bagi kaum perempuan adalah menjadi Kepala Negara. Sebagian ulama masih menganggap jabatan ini tidak layak bagi seorang wanita, namun perkemban­gan masyarakat dari zaman ke zaman pendu­kung pendapat ini mulai berkurang. Bahkan, Al-Maududi yang dikenal sebagai ulama yang secara lebih tekstual mempertahankan ajaran Islam sudah memberikan dukungan kepada Fatimah Jinnah sebagai orang nomor satu di Pakistan.

Dalam bidang pendidikan tidak perlu diragu­kan lagi. Al-Qur'an dan hadits banyak mem­berikan pujian kepada laki-laki dan perempuan yang mempunyai prestasi dalam ilmu pengeta­huan. Al-Qur'an menyinggung sejumlah tokoh wanita yang berprestasi tinggi, seperti Ratu Balqis, Maryam Istri Fir'aun, dan sejumlah Is­tri Nabi.

Dalam suatu riwayat disebutkan, Nabi per­nah didatangi kelompok kaum perempuan yang memohon kesediaan Nabi untuk menyisihkan waktunya guna mendapatkan ilmu pengeta­huan. Dalam sejarah Islam klasik ditemukan beberapa nama wanita yang menguasai ilmu pengetahuan penting seperti 'Aisyah istri Nabi, Sayyidah Sakinah, putri Husain Ibn Ali ibn Abi Thalib, Al-Syekhah Syuhrah yang digelari den­gan "Fikhr al-nisa" (kebanggan kaum wani­ta), adalah salah seorang guru Imam Syafi', Mu'nisat al-Ayyubi (saudara Salahuddin Al-ayyubi), Syamiyat al-Taimiyah, Zainab, putri se­jarawan Al-Bagdady, Rabi'ah al-Adawiyh, dan lain sebagainya. Keberadaan Nabi Muhammad Saw tidak bisa dipisahkan dengan pembebasan kaum perempuan dari belenggu tradisi misoginis, sebuah paham teologi yang mengharuskan seseorang membenci perempaun karena mer­eka yang menyebabkan anak manusia turun dari langit kebahagiaan ke bumi penderitaan. [rmol]

Komentar Pembaca
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00