Dewan: Fokus Pemilu, Kapolri Jangan Terganggu Isu

Politik  KAMIS, 11 OKTOBER 2018 , 22:38:00 WIB

Dewan: Fokus Pemilu, Kapolri Jangan Terganggu Isu

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian/net

RMOLSumsel. Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian diharapkan tidak terganggu dengan isu Indonesialeaks terkait pengerusakan barang bukti dugaan korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menjelaskan, saat ini kapolri mengemban tugas berat terkait keamanan negara. Pasca pengamanan Asian Games, Asian Para Games dan pertemuan IMF-World Bank di Bali, Polri memiliki tugas pengamanan Pemilu Serentak 2019.

"Kapolri harus tetap fokus bekerja mengamankan Indonesia, jangan terganggu fokusnya dengan berbagai isu yang muncul di media massa. Salah satu agenda terbesar yang akan dihadapi Indonesia adalah Pemilu Serentak 2019 mendatang. Polri harus mampu mengamankan pesta demokrasi tersebut," terangnya, seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL.

Menurut Sahroni, pimpinan KPK telah mempertegas bahwa tidak ada kaitan Tito dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pelaku suap impor daging Basuki Hariman seperti yang disebutkan situs Indonesialeaks.

"Terlebih, Ketua KPK Agus Rahardjo telah menegaskan tidak ada kaitannya atau tak disebutnya Jenderal Tito Karnavian dalam BAP pelaku suap impor daging Basuki Hariman. Saya mengingatkan Kapolri untuk tetap fokus pada tugasnya mengamankan negara. Jangan terpecah konsentrasi akibat berbagai isu," jelasnya.

Sahroni mengatakan, beredarnya isu pengerusakan barang bukti di KPK tidak membuat sinergitas antara Polri dan KPK yang saat ini telah terjalin baik menjadi rusak.

"Jangan sampai hubungan baik antara Polri dan KPK yang telah baik menjadi rusak karena adanya isu ini. Masing-masing pihak harus meyakini prosedur penyelidikan yang dilakukan oleh institusi lainnya telah dilakukan dengan baik," papar politisi Nasdem tersebut kepada wartawan, Kamis (11/10).

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo meminta pemberitaan media massa mengenai kapolri perlu diklarifikasi. Dia menekankan bahwa pembuktian keterlibatan Tito saat menjabat kepala Polda Metro Jaya sulit apabila tak ada bukti dokumen.

Sebagai gambaran, Agus mencontohkan ketika mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin menyebutkan keterlibatan anggota DPR dalam berbagai kasus korupsi.

Pernyataan tegas juga disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto. Dia mengatakan hal tersebut merupakan isu lama yang telah selesai penyelidikannya.

Hasil pemeriksaan internal telah menyatakan pengerusakan barang bukti berupa catatan keuangan untuk menghindari adanya nama Tito tidak terbukti. [sri]








Komentar Pembaca
Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00