Kenaikan BBM Pertamax Dirasa Belum Tepat

Ekonomi  KAMIS, 11 OKTOBER 2018 , 17:11:00 WIB | LAPORAN: SUHARDI

Kenaikan BBM Pertamax Dirasa Belum Tepat

net

RMOLSumsel. Anggota DPRD Sumsel, Holda menilai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax Series dan Dex Series serta Bio Solar yang dimulai sejak kemarin dirasanya sebagai kebijakan yang tak tepat di tengah kondisi bangsa Indonesia saat ini.

"Indonesia baru saja mengalami bencana nasional, dengan adanya kenaikan BBM malah menambah beban masyarakat, khususnya di daerah yang baru saja terkena bencana," ujar Holda saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Kamis (11/10).

Kenaikan harga BBM non subsidi tersebut membuat konsumen beralih ke BBM jenis premium dan pertalite.

Holda mengaku prihatin dengan kondisi yang terjadi saat ini. Ketua Komisi III DPRD Sumsel ini berharap pemerintah segera mencari terobosan solusi agar persoalan kenaikan harga BBM tersebut cepat diatasi. Sehingga tak berdampak pada harga kebutuhan lainnya.

Bukan hanya kenaikan BBM, masalah kelangkaan elpiji yang terjadi saat ini juga akan memperparah kondisi di masyarakat. Apalagi bahan bakar dan elpiji itu merupakan sendi penggerak hidup di masyarakat.

"Kalau BBM naik, elpiji langka otomatis semua bahan baku naik. Kebutuhan rumah tangga, industri juga akan meningkat, sementara daya beli masyarakat semakin menurun," ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap ada solusi konkrit dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bbm dan stok gas elpiji agar masyarakat tidak kesusahan, khususnya rumah tangga dan umkm.

"Mudah-mudahan pemerintah ada solusi dengan terobosan atau kebijakan yang lebih pro rakyat. Karena saat ini kita sedang fokus untuk membantu saudara kita yang terkena dampak bencana. Dalam waktu dekat insyaallah kita akan panggil Pertamina sebagai mitra terkait untuk meminta penjelasan dari masalah ini," tukasnya.

Salah satu warga Kertapati, Anton Wijaya mengeluhkan kelangkaan gas elpiji yang terjadi di sekitar wilayah Kertapati.

"Wajarlah agak susah sekarang dicari (gas elpiji). Kalau sekarang ada yang jual 22 ribu biasonyo 20 ribu," singkatnya.

Diberitakan, sejak kemarin harga BBM Pertamax mengalami kenaikan dari semula Rp 9.700 menjadi Rp 10.600, Pertamax Turbo dari Rp 10.900 menjadi Rp 12.450 sedangkan Dexlite semula Rp 9.200 menjadi Rp 10.700 per liter. [rhd]



Komentar Pembaca
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00