Kayaknya..Tumpahan Semen Beton Ini Nguji Sikap Kritis Unbara

Daerah  KAMIS, 11 OKTOBER 2018 , 13:37:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Kayaknya..Tumpahan Semen Beton Ini Nguji Sikap Kritis Unbara

Tumpahan semen/RMOLSumsel

RMOLSumsel. Tungau di seberang laut kelihatan tapi gajah di pelupuk mata tak nampak. Sepenggal peribahasa ini tampaknya menguji sikap kritis Civitas Akademika Universitas Baturaja (Unbara).

Hal tersebut berkaitan dengan tumpahan semen beton dari truk-truk molen pengangkut semen cor beton, yang berceceran dan mengotori Jl Ki Ratu Penghulu, persis di tanjakan depan Kampus Oranye (julukan Unbara).

Tentu saja, kondisi tersebut sangat mengganggu kenyamanan berkendara, bahkan cenderung membahayakan pengendara yang melintasinya.

Padahal, tak hanya warga yang setiap harinya melewati jalan itu. Para mahasiswa, dosen maupun pegawai kampus Unbara, juga demikian.

Tumpahan material cor berupa semen bercampur batu kecil/ split yang jatuh di badan jalan tersebut, sangat berpotensi menyebabkan pengendara motor terpeleset dan jatuh karena kondisi jalan menanjak. Dan ini sudah sering terjadi.

"Kalau mahasiswa yang jatuh, sudah banyak. Saya sendiri, malah dua kali menyaksikan langsung di depan mata, dimana mahasiswa jatuh nyelasar di aspal itu," ungkap Baim, pemilik rumah makan yang berada persis di depan tanjakan Kampus Unbara.

Dirinya sendiri, secara terus terang mengaku sangat terganggu dengan ceceran material cor yang tumpah di tanjakan tersebut.

Sebab, selain menebarkan debu akibat semennya yang sudah mengeras karena didiamkan berbulan-bulan, pecahan batu splitnya juga bisa membuat celaka.

"Itu, kaca etalase kami sudah pecah satu," ujar Baim seraya menunjuk lemari etalase dagangannya yang tersasar pecahan batu split.

Ia pun menyayangkan acuhnya pihak kampus mengenai fenomena yang ada di depan kampusnya sendiri.

Walau bukan dalam areal kampus, mestinya saran dia, pihak kampus tidak berdiam diri dengan kondisi itu.

Paling tidak, mengirim surat secara kelembagaan kepada pihak pelaksana proyek yang membawa material semen cor itu. Isinya, minta jalan tersebut dibersihkan agar supaya para pengguna jalan merasa aman untuk melewatinya.

"Ini kan jalan umum yang juga menjadi akses para mahasiswa dan dosen ke kampusnya. Cuma katek gerakan daru Unbara. Saya sendiri pernah marah pada sopir truk molennya. Sudah saya stop dan hadang, minta mereka agar dapat membersihkan tumpahan semen cor. Tapi cuma sehari saja," sesalnya.

Lebih  lanjut disampaikan, bahwa sudah terlalu lama tumpahan semen tersebut didiamkan saja tanpa ada pembersihan dari yang berwenang. Dirinya pun mengaku tidak tahu, kemana truk-truk molen itu membawa semen cor.

"Setahu saya sudah sekitar hampir 4 bulan ini dibiarkan. Kalau yang ini, baru kemaren. Tapi entah proyek mana yang dikerjakan," imbuh Baim sembari menunjuk semen cor yang baru tumpah. [ida]

Komentar Pembaca
Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00