Kedepan Ekspor-Impor Langsung Di Tanjung Priok

Ekonomi  RABU, 10 OKTOBER 2018 , 15:42:00 WIB

Kedepan Ekspor-Impor Langsung Di Tanjung Priok
RMOLSumsel. Komite II DPD RI menggelar rapat dengan PT. Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) mengenai pengembangan pelabuhan-pelabuhan di daerah dalam rangka membangun perekonomian daerah.

Seiring dengan program Nawacita terkait pembangunan jalur tol laut, daerah-daerah diharapkan dapat memiliki pelabuhan yang memadai untuk kegiatan arus perdagangan.

Ketua Komite II DPD, Aji Muhammad Mirza Wardana mengatakan, saat ini Indonesia belum memiliki pelabuhan yang dapat mengakomodir jalur perdagangan internasional seperti di Singapura.

Akibatnya jalur perdagangan dari dan menuju Indonesia harus melewati Singapura. Akibatnya ekspor dan impor produk-produk daerah tidak bisa dilakukan dari Indonesia ke negara lain, tetapi harus melewati Singapura terlebih dahulu.

"Kami mendorong proses ekspor dari seluruh daerah bisa melewati Tanjung Priok. Dan adanya integrasi pelabuhan-pelabuhan di daerah dengan pelabuhan-pelabuhan besar dapat memberikan akses para pelaku usaha di daerah untuk melakukan ekspor tanpa harus ke Singapura terlebih dahulu," kata Aji Muhammad di kantor Pelindo II Tanjung Priok, Rabu (10/10).

Senator dari Provinsi Sulawesi Barat, Pdt. Marthen, mengatakan kegiatan ekspor menggunakan kapal yang harus dilakukan dari Singapura mengakibatkan kerugian bagi Indonesia.

Produk-produk daerah yang diekspor tidak dikenal bahwa produk tersebut berasal dari Indonesia. Dirinya berharap ada pelabuhan di Indonesia yang mampu mengakomodir kegiatan ekspor dari Indonesia ke negara-negara lain tanpa harus melewati Singapura.

"Kami dari Sulawesi sempat kecewa, karena coklat dari Indonesia tidak dikenal. Itu karena dikirim dari Singapura. Coklat kita yang produksi, tapi karena dikirim dari negara lain, coklat kita tidak dikenal dari Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu, Senator asal Provinsi Bengkulu, Ahmad Kanedi, berharap agar Pelindo II mengembangkan pelabuhan di Pulau Baai, Bengkulu. Menurutnya melalui pengembangan Pulau Baai sebagai kawasan ekonomi khusus, dapat mengangkat perekonomian Bengkulu.

"Kami sangat mengharapkan semua stakeholder di Provinsi Bengkulu dan kawasan-kawasan yang ada di sekitar Bengkulu untuk sama-sama mendukung dan memberikan support kepada Pelindo untuk mempercepat pengembangan Pulau Baai sebagai pelabuhan yang bertaraf internasional," kata Senator yang akrab dipanggil Bang Ken ini seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasi dan Sistem Informasi, Prasetyadi, menjelaskan bahwa Pelindo II terus berupaya untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia. Saat ini Pelindo II sedang mengembangkan beberapa pelabuhan di daerah, seperti di Pontianak dan Sorong.

Terkait dukungan terhadap kegiatan ekspor impor melalui Indonesia, Prasetyadi menjelaskan bahwa Tanjung Priok siap untuk melayani kegiatan ekspor impor produk-produk daerah.

Dirinya meminta kepada DPD untuk dapat membantu mengkomunikasikan hal tersebut kepada pemerintah selaku regulator agar dapat menjadikan Tanjung Priok sebagai pintu masuk arus ekspor dan impor produk-produk Indonesia.[rik]

Komentar Pembaca
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00