Putri Gubernur Minta BKSDA Gelar Razia Hewan Langka

Ragam  SELASA, 09 OKTOBER 2018 , 19:45:00 WIB

Putri Gubernur Minta BKSDA Gelar Razia Hewan Langka

Putri Gubernur Sumsel Leony Marezza Putri dan Ratu Tenny Leriva/RMOLSUMSEL

RMOLSumsel.  Inisatif dua putri Gubernur Sumsel Herman Deru, Leony Marezza Putri dan Ratu Tenny Leriva menyerahkan hewan langka jenis Kukang ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Selasa (9/10) patut diacungi jempol.

Aksi ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat lainnya yang masih menyimpan hewan langka secara pribadi.

Waktu itu kami ke Pasar Burung rencananya mau beli ikan hias, suami saya iseng-iseng tanya ke pedagang apakah menjual Burung Hantu. Tapi malah pedagang itu mengeluarkan kotak sepatu dan menawarkan kuskus,” ujar Leony.

Karena penasaran, kata dia, ia dan suaminya Bustarosa pun langsung membuka kotak sepatu tersebut. Terkejutlah ia Ketika melihat dalam kotak itu ada hewan kukang. Melihat hewan itu suaminya pun memberitahu jika Kukang itu merupakan hewan langka yang dilindungi dan jika sengaja memeliharanya bisa dikenakan sanksi.

Kami kasihan, dan tahu juga kalau kukang ini dilindungi. Kasihan diperjualbelikan seperti itu, jadi kami beli Rp 350 ribu dan serahkan ke petugas BKSDA," tambah dia.

Leony juga berharap, kedepan agar pihak yang berwenang dapat melakukan giat razia secara rutin di Kota Palembang agar hewan-hewan langka yang dilindungi bisa tetap terjaga dan tidak punah.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha BKSDA Provinsi Sumsel Sunyoto menjelaskan, jika Kukang yang diserahkan secara sukarela ini berjenis kelamin perempuan. Selain itu, Kukang tersebut juga termasuk hewan yang dilindungi dan ada sanksi jika memang diperdagangkan maka dapat dipenjara sampai 5 tahun dan denda Rp100 juta.

Kukang termasuk hewan yang dilindungi sesuai Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990. Penyebaran hewan ini sendiri hanya ada di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa,” ungkap Sunyoto.

Dikatakan dia, setelah hewan ini diserahkan kepada pihaknya selanjutkan akan dirawat untuk dicek fisiknya terlebih dahulu oleh dokter hewan di BKSDA Sumsel. Kemudian, jika fisiknya sudah benar-benar sehat baru dapat dilepasliarkan.

Kalau fisiknya sehat nantinya akan kita lepasliarkan di kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan di Banyuasin,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat di Sumsel jika warga dilarang menangkap dan memilihara satwa langka, salah satunya Kukang. Untuk itu, apabila menemukan masyarakat dapat menyerahkan ke pihaknya agar nanti dilakukan rehabilitasi dan dilepasliarkan kembali.

Bagi masyarakat yang masih menyimpan atau memelihara Kukang atau pun satwa langka lainnya kami himbau agar lebih baik menyerahkan ke BKSDA Sumsel,” tutupnya.[rel/rik]



Komentar Pembaca
Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00