Miftahul Jannah Dilarang Pakai Jilbab, Begini Penjelasannya

Ragam  SELASA, 09 OKTOBER 2018 , 14:47:00 WIB

Miftahul Jannah Dilarang Pakai Jilbab, Begini Penjelasannya

net

RMOLSumsel. Pelarangan judoka tuna netra Indonesia Miftahul Jannah di Asian Para Games 2018 memang merugikan Indonesia. Namun patut dipahami juga mengapa pelarangan itu terjadi.

Seperti diketahui akibat tak mau melepas jilbabnya, Miftahul didiskualifikasi saat hendak turun di kelas -52 kg putri di JiExpo Grand Ballroom Kemayoran, Minggu (7/10) lalu.

Saat itu gadis 21 tahun tersebut hendak bertarung melawan judoka Mongolia Oyun Gantulga. Baru menginjakkan kaki di atas matras, tiba-tiba juri yang berada di pinggir arena memberi peringatan. Dengan memintanya untuk membuka jilbab.

Presiden NPC Indonesia Senny Marbun menuturkan, larangan tersebut sudah sesuai aturan Federasi Judo Internasional (IJF). Poinnya, melarang untuk menutupi area kepala kecuali adanya tindakan medis. "Dan sifatnya harus dipatuhi. Berlaku bagi atlet difabel maupun atlet normal," katanya seperti diberitakan JPNN.

Keselamatan menjadi alasannya. Sebab, kedua atlet yang main tuna netra. "Mainnya, dua atlet ini ditempelkan dulu. Kemudian langsung banting-bantingan. Nah, kalau saat lawan menarik dan tercekik gimana?" urai Senny.

Deputi IV Kemenpora Mulyana turut berkomentar mengenai insiden tersebut. Komunikasi antara induk organisasi dan tim harus diperbaiki. Apalagi, saat mengikuti mutievent. Wajib untuk terus saling berkomunikasi.

Tak hanya itu, Mulyana menyoroti kinerja tim pelatih dalam mempersiapkan atletnya baik teknis maupun non-teknis. "Harus ada evaluasi mengenai ketidakpahaman pelatih secara regulasi," katanya.

Penanggung Jawab Tim Judo Indonesia Ahmad Bahar menuturkan, adanya miss komunikasi. Pihaknya tidak menghubungi NPC mengenai aturan tentang penutup kepala itu. "Kami sudah menemui NPC dan menyampaikan permasalahannya. Semuanya sudah terlanjur dan imbasnya merugikan Indonesia," ujarnya. [rhd]



Komentar Pembaca
Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00