Cemburu Dan Saling Ejek Di Sosmed, Asep Tewas Dikeroyok

Laporan: Edwinsyah Satria

Kriminal  JUM'AT, 05 OKTOBER 2018 , 16:16:00 WIB

Cemburu Dan Saling Ejek Di Sosmed, Asep Tewas Dikeroyok

Ilustrasi Pengeroyokan/RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Media jejaring social Facebook (FB)  jika tidak tepat bertutur kata dalam berkomentar bisa membawa petaka. Itulah yang diduga dialami Asep Saputra (16), warga Kampung II, Desa Lesung Batu, Kecamatan Tanjung Agung Muara Enim.

Korban tewas dianiaya alias dikroyok dan perutnya mengalami luka tusuk menggunakan sajam, diduga dilakukan Muhammad Tambang (19) dan Mirlansyah (21), keduanya warga Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim bersama teman temannya.

Peristiwa itu terjadi di jembatan Lemutu, Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim, Kamis (4/10) sekitar pukul 18.00 WIB.

Pada kejadian itu, teman korban bernama Juliansyah (18), warga Desa Lesung Batu, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim juga mengalami tusuk menggunakan senjata tajam pada bawah dada kirinya, dan dirawat di RS PT BA Tanjung Enim setelah sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Tanjung Agung.

Sementara Muhammad Tambang (19), bersama Mirlansyah (21), yang terlibat dalam kasus pengeroyokan itu, telah berhasil diamankan petugas Reskrim Polsek Tanjung Agung bersama barang buktinya.

Kemudian dua teman pelaku lainnya yakni Jaka Ardianto (18) dan Anja Ariansyah (17), keduanya warga Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Tanjung Agung, juga telah diamankan petugas Reskrim Polsek Tanjung Agung. Namun keduanya masih bersetatus sebagai saksi pada peristiwa pengeroyokan itu.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, kejadian itu diduga bermula dari komentar antara korban dan pelaku di jejaring sosial media FB. Lewat FB tersebut, antara Korban Asep Saputra dan pelaku Mirlansyah Cs sudah ada perselisihan.

Bahwanya, pacar korban merupakan mantan  pacar pelaku Muhammad Tambang. Antara korban Asep Saputra dan pelaku Mirlansyah mulai sering saling membuat komentar di FB yang nadanya berbau menantang.

Ternyata, saling komentar menantang di FB tersebut tidak habis sebatas di komentar. Keduanya melanjutkan dengan pertemuan fisik.

Pada hari Kamis (4/10) sekitar pukul 18.00 WIB, korbab Asep Saputra bersama Juliansyah dan temannya Wahyu, Riger, Fajar dan Ego sedang antrian hendak mandi di Sungai Jembatan Lemutu Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Tanjung Agung.

Saat itu dating pelaku Muhammad Tambang dengan membawa sepotong kayu dengan panjang sekitar 2 meter langsung memukulkannya kepada korban Asep Saputra yang tengah duduk di atas jok sepeda motornya.

Melihat kejadian itu, teman korban bernama Wahyu berupaya menarik tangan kiri pelaku Muhammad Tambang bermaksud hendak melerainya. Namun tiba tiba datang teman teman pelaku memukuli korban Asep Saputra.

Kemudian pelaku Mirlansyah langsung menusuk perut Asep Saputra  dan Juliansyah. Sedangkan teman korban Wahyu, Fajar dan Ego berupaya menyelamatkan diri kea rah Desa Lesung Batu.

Tak lama kemudian korban Asep Saputra menyusul teman temannya yang menyelamatkan diri dengan mengatakan dia terkena tusukan senjata tajam. Saat itu korban Asep Saputra telah memegangi perutnya yang berlumuran darah.

Kemudian teman temannya membawa kedua korban ke Puskesmas Tanjung Agung untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun ketika mendapatkan perawatan di Puskesmas, nyawa Asep Saputra tidak tertolong lagi.

Sementara korban Juliansyah, langsung dirujuk ke RS PT BA Tanjung Enim, untuk mendapatpan perwatan intensif mengobati luka tusuk yang dialaminya.

Kasus tersebut langsung dilaporkan keluarga korban ke Polsek Tanjung Agung. Mendapatkan laporan tersebut, petugas Reskrim Polsek Tanjung Agung langsung bergerak cepat untuk mengamankan pelaku dengan dibantu oleh perangkat desa. Kedua pelaku berhasil diamankan di persembunyiannya dan langsung digelandang ke Mapolsek Tanjung Agung untuk menjalani proses hukum.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Jumat (5/10) ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu.

Para pelaku bersama barang buktinya telah diamankan untuk menjalani proses hukum. Anggota juga telah melakukan pengamanan di desa korban dan desa pelaku agar kasus tersebut tidak berkelanjutan,” jelasnya.[rik]

Komentar Pembaca
Gempa 6,1 Skala Richter Guncang Papua,

Gempa 6,1 Skala Richter Guncang Papua,

MINGGU, 16 DESEMBER 2018

Ditinggal Nyadap,  Rumah  Ludes Terbakar

Ditinggal Nyadap, Rumah Ludes Terbakar

MINGGU, 16 DESEMBER 2018

Benar-benar Memalukan 2 Oknum Polisi Ini

Benar-benar Memalukan 2 Oknum Polisi Ini

MINGGU, 16 DESEMBER 2018

Soal KKB di Papua, Aparat Tak Mau Terjebak
Mahasiswa Kok Ngedar Sabu

Mahasiswa Kok Ngedar Sabu

SABTU, 15 DESEMBER 2018

Juli Kemudian Ngaku Curi Burung Juga

Juli Kemudian Ngaku Curi Burung Juga

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00