Pemerintah Klaim Kendalikan Penjarahan Di Palu

Hukum  RABU, 03 OKTOBER 2018 , 12:15:00 WIB

Pemerintah Klaim Kendalikan Penjarahan Di Palu

Penjarahan/Net

RMOLSumsel. Pemerintah terus melakukan upaya tanggap darurat gempa dan tsunami Sulawesi Tengah. Bahkan insiden penjarahan yang dilakukan oleh oknum masyarakat kini mampu dikendalikan dengan baik.


"Situasi sudah terkendali," kata Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan kepada wartawan di lokasi bencana, Kota Palu, Sulteng, Rabu (3/10).

"Aparat dan pemerintah bekerjasama untuk menanganinya. Alhamdulillah, kita semua masyarakat harus bekerjasama agar semakin tercipta suasana yang kondusif," ujar BG menambahkan seperti dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Menurut BG, dua hari pertama terus dimonitor, sehingga situasi telah dikendalikan pemerintah dan aparat dan semua sudah normal.

Dia berpendapat, kasus penjarahan itu terjadi lantaran warga panik kehabisan makanan. Namun ia menyebut kerugian akan diganti oleh pemerintah.

"Masih ada satu dua dan itu sudah kita catat. Kemarin hasil rapat Mendagri dan Menko, perintahkan aparat dicatat setiap kerugian akan ditanggung. Akan diganti pemerintah. Penjarahan karena semua tentu panik makanan habis termasuk persoalan air. Tapi situasi sudah bisa ditangani," ungkapnya.

Terkait musibah besar yang terjadi di Indonesia, BG mengatakan telah ada kejadian sebelumnya. Dia pun meyakini warga akan mampu menghadapi musibah ini. Dan diharapkan akan pulih secepatnya.

"Kita ada pengalaman dua kali di Aceh dan Padang. Lombok kemarin 2018. Kali ini di Palu dan Donggala dan sekitarnya. Tapi yang pasti Indonesia, kita bangsa yang besar dan kuat punya kemampuan survival yang kuat. Yang terpenting kita punya semangat untuk segera pulih dan bangkit kembali," tambahnya.

Terkait bantuan yang terlambat sampai di lokasi, BG mengatakan diakibatkan oleh transportasi. Namun beberapa hari ke depan diharapkan dapat pulih.

"Yang belum dapat bantuan karena terkendala tranportasi. Lewat laut paling cepat dua hari. Udara landasan pacu juga terganggu. Tapi kami yakin beberapa hari ke depan akan stabil. Bapak Presiden akan cek setiap saat. InsyaAlah hadir cek setiap saat," tambahnya.

Mantan Wakapolri itu juga menambahkan, perlu penguburan secepatnya terhadap korban yang meninggal.

"Akses menuju ke sana (Petabo) cukup sulit. Sudah ada penguatan yang datang perjalanan darat, alat berat. Itu butuh alat berat. Kita juga pikir penguburan massal jenazah yang sudah terkumpul. Untuk menghindari tertular penyakit yang tidak diharapkan," tutupnya sebagaimana diberitakan Kantor Berita Politik RMOL.[rik]

Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00