Korban Rubella..Abrar Kecil Berkacamata Minus 20

Lifestyle  KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 22:22:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Korban Rubella..Abrar Kecil Berkacamata Minus 20
RMOLSumsel. Pencapaian Imunisasi Measles Rubella (MR) di Kota Palembang baru 28,16% dari 95 % yang ditargetkan.  Rendahnya pencapaian ini karena karena beberapa waktu lalu belum belum ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang mengizinkan Imunisasi MR.

Padahal, ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang dr Letizia, pemberian Imunisasi MR menjadi hal penting dalam menangkal penyebaran virus rubella.

"Kegiatan evaluasi pencapaian kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) tingkat Kota Palembang yang diadakan hari ini, merupakan langkah kami dalam menyosialisasikan pentingnya Imunisasi MR. Dan kami di sini menghadirkan saksi bagaimana bahayanya virus campak dan rubella," terangnya, Kamis (20/9).

Letizia mengatakan, sesuai instruksi akan terus dilakukan sosialisasi terkait imunisasi MR. Dan Dinkes Kota Palembangbakan terus mengejar target capaian imunisasi.

"Intruksi dari menkes pemberian imunisasi MR pada Agustus hingga September tapi karena ada kendala karena pemberian rubella sempat tak mendapat izin dari MUI sehingga sempat tertunda," kata Letizia.

Menurut dia, target pemberian Imunisasi MR di Kota Palembang mencapai 400 ribu  anak tapi baru terealisasi 113.027.

Pihaknya akan menunggu instruksi Menkes apakah dilanjutkan atau distop, mengingat pemberian Vaksin Rubella ini berakhir sampai akhir bulan ini.

"Kita berharap diperpanjang supaya target pemberian Imunisasi MR terpenuhi dan anak anak di Palembang sehat, " katanya.

Sementara itu, Osa Tri Windi (32) ibunda dari Abrar Ziljian Ahmad (10 bulan) yang hadir pada evaluasi mengajak masyarakat melaksanakan Imunisasi MR. Karena, cukup dirinya dan sang anak harus mengalami ganasnya virus campak dan rubella.

Abrar  harus menggunakan kacamata plus 20 akibat penyakit rubella yang dideritanya sejak dalam kandungan. Bayi mungil ini terpaksa menggunakan kacamata setebal itu,  mengalami gangguan penglihatan karena katarak yang disebabkan oleh rubella.

"Anal saya harus menggunakan kacamata tebal dan juga dipasang alat dengar karena penyakit tersebut menganggu pendengarannya. Saking terganggunya bayi itu hanya bisa mendengar suara pesawat yang terbang disekitar dirinya," terangnya.

Osa menceritakan awal mula dirinya terkena rubella dan menular ke janinnya yang sedang ia kandung.

"Rubella  ketahuan lebih dulu,  ketika berselang saat test pack ternyata saya hamil, " kata Osa.

Saat mengetahui dirinya hamil tak ada gejala apa apa sama seperti gejala umum ibu hamil lainnya. Namun usia  kehamilan keempat pekan,  dirinya merasakan gejala flu dan ruam di beberapa bagian tubuhnya.

Begitu mengetahui dirinya hamil dirinya pun konsul ke dokter kandungan, dikatakan bahwa kemungkinan besar janinnya akan tertular penyakit rubella.

"Pada usia kandungan empat minggu kandungan saya bisa dipastikan janin saya terkena rubella tapi saya masih berharap kemungkinan tidak tertular, " katanya.

Air mata Osa menetes deras saat ia bercerita.  Para hadirin yang datang pun seketika hening mendengarkan cerita ibu dua anak ini.

Menurut Osa anaknya harus mengenakan kacamata plus 20 dan alat bantu dengar. Di usia tiga bulan mata anaknya sudah harus dioperasi namun semua itu ia jalani karena baginya tak ada anak yang lahir dengan sia sia.

Dengan semangat dia mengajak para hadirin untuk melakukan Imunisasi MR yang sedang gencar dikampanyekan oleh pemerintah.

"Mumpung belum telat ibu ibu dan bapak bapak sekalian,  segera Imunisasi MR," tandasnya. [ida]

Komentar Pembaca
SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SBY Ziara Kemakam Ani Yudhoyono

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:31:00

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

Usai Ricuh, Pasar Tanah Abang Kembali Ramai

MINGGU, 26 MEI 2019 , 14:34:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00