Honorer K2 Muba Jadi Korban PHP Politisi

Sosial  RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 15:12:00 WIB | LAPORAN: HAFIZ AL - FANGKY

Honorer K2 Muba Jadi Korban PHP Politisi

RMOLSumsel

RMOLSumsel. Honorer Kategori 2 (K2) Kabupaten Musi Banyuasin merasa kecewa karena menjadi korban pemberi harapan palsu (PHP) dari anggota DPRD Muba. Pasalnya, janji yang diungkapkan wakil rakyat untuk mendukung penuh dan memperjuangkan HK 2 menjadi PNS tidak berjalan dengan maksimal.

Kami sangat kecewa sekali terhadap sikap dewan karena saat ditemui tidak berada ditempat. Padahal inilah saat nya yang kami butuhkan, untuk memberikan dukungan menolak rekrutmen CPNS,” kata Ketua Forum HK 2 Kabupaten Muba, Hasbullah kepada RMOLSumsel, Rabu (19/9).

Dikatakan Hasbullah, beberapa waktu lalu, pihaknya telah bertemu dengan anggota DPRD Muba untuk membahas masa depan para honorer ketegori 2. Pertemuan itu menyatakan DPRD Muba mendukung dan berpihak kepada HK 2 yakni menyatakan menolak jika pemerintah melakukan pembukaan penerimaan CPNS.

"Saat itu, Ketua DPRD Muba Abu Sari menyatakan hal tersebut. Tapi saat ini kenyataanya tidak ada. Malahan saat kami ingin bertemu tidak ada di tempat, kan katanya dewan kapan pun siap untuk ditemui,” keluh dia.

Terkait penerimaan CPNS 2018 sambung dia, pada intinya HK 2 menolak penuh perekrutan tersebut, karena dinilai tidak berpihak kepada HK 2 yang telah mengabdi kepada negara belasan bahkan puluhan tahun.

"Malahan membuat aturan membatasi umur. Siapa yang tidak kecewa, sebab dalam aturan hanya dibawa 35 tahun sementara di atas itu tidak bisa ikut tes bagi kami HK 2 ini. Padahal apa salahnya semuanya HK 2 diikutsertakan dalam tes,” jelas dia.

Sementara, Wakil Ketua FHK 2 Kabupaten Muba Ismet, menambahkan saat ini pihaknya tengah menunggu instruksi dari FHK 2 Wilayah Provinsi Sumsel terkait menggelar aksi ubjuk rasa penolakan perekrutan CPNS 2018.

"Kita tunggu instruksi, ada langsung kita bergerak menolak, sebab kami sangat kecewa dengan sikap pemerintah yang telah mengeluarkan formasi CPNS jalur umum. Pemerintah hanya menganggap honorer K2 ini tidak ada gunanya. Intinya, kami menolak keputusan pemerintah ini," tandas dia. [rhd]



Komentar Pembaca
Presiden RI-Wakil Presiden RI

Presiden RI-Wakil Presiden RI

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 09:37:00

Jadwal Pelantikan Presiden RI-Wakil Presiden RI

Jadwal Pelantikan Presiden RI-Wakil Presiden RI

MINGGU, 20 OKTOBER 2019 , 07:10:00

Said Didu Di Tengah Kunjungan Menhan

Said Didu Di Tengah Kunjungan Menhan

KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 , 17:47:00