Begini Cara Tentara Myanmar Perkosa Perempuan Rohingya

Investigasi  RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 07:59:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Begini Cara Tentara Myanmar Perkosa Perempuan Rohingya
RMOLSumsel. Kemalangan warga etnis Rohingnya di Myanmar tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Sudahlah harta dijarah, pemukiman dibakar, mereka disiksa pula. Lalu mereka semua diusir.

Itu cerita yang selama ini beredar. Namun belakangan ini fakta terungkap lebih menyakitkan lagi. Rupanya tentara Myanmar membabibuta melakukan pesta seks. Mereka secara brutal memperkosa wanita-wanita Rohingya itu.

Semua ini terungkap dalam laporan lengkap Penyelidikan PBB tentang Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Myanmar. Para petugas mendokumentasikan kesaksian adanya "tindak perkosaan yang dilakukan tentara Myanmar tersebut.

Laporan lengkap setebal 444 halaman itu merupakan yang terpanjang dalam sejarah PBB. Laporan diserahkan ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewahari Selasa (18/9). Ringkasan laporan tim independen yang dibentuk PBB tersebut diumumkan Agustus lalu.

Kantor Berita BBC, Rabu (19/9), melaporkan bahwa Laporan lengkap PBB mencantumkan kesaksian perempuan-perempuan yang diikat ke pohon dan kemudian diperkosa anggota militer Myanmar.

Para penyelidik PBB mengatakan kasus-kasus perkosaan oleh militer Myanmar, dikenal dengan sebutan Tatmadaw, terjadi sejak 2011 dan meningkat sejak 2016 dan 2017 ketika militer menggelar operasi besar-besaran untuk membalas serangan oleh milisi Rohingya di negara bagian Rakhine pada Agustus 2017.

"Perkosaan dan bentuk-bentuk lain kekerasan seksual dilakukan dalam skala yang masif. Ratusan perempuan dan remaja diperkosa, kadang secara beramai-ramai. Pekosaan beramai-ramai, melibatkan pelaku dan korban dalam jumlah banyak dalam satu insiden, jelas menjadi pola," kata laporan PBB.

Sekitar 80% insiden perkosaan yang ditemukan oleh tim penyelidik termasuk perkosaan beramai-ramai. Delapan puluh dua persen dari kasus-kasus perkosaan beramai-ramai tersebut, pelakunya adalah tentara Myanmar.

"Ini terjadi setidaknya di 10 desa antara 25 Agustus hingga pertengahan September 2017." Perempuan dan gadis Rohingya diperkosa, kadang dengan pelaku hingga 10 tentara.

Tim penyelidik PBB mengatakan pemerkosaan terhadap perempuan-perempuan Rohingya dilakukan secara brutal, sering diikuti dengan penyiksaan, baik fisik dan mental.

"Sungguh tak bisa dipahami tingkat kebrutalan operasi yang dilakukan Tatmadaw, mereka tak menghormati sama sekali nyawa warga sipil," kata Marzuki Darusman, mantan jaksa agung Indonesia yang ditunjuk menjadi Ketua Tim Penyelidik PBB. [ida]
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 15:00:00

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Jokowi-Ma

Jokowi-Ma"ruf Diduga Curi Start Kampanye

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 13:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00