Penghasilan Sebagai Sopir Tak Mencukupi, Pria Ini Nekat Jadi Kurir Sabu

Kriminal  JUM'AT, 14 SEPTEMBER 2018 , 21:45:00 WIB | LAPORAN: DEDE SUHEN

Penghasilan Sebagai Sopir Tak Mencukupi, Pria Ini Nekat Jadi Kurir Sabu

BNN Prabumulih/RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Tim berantas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih berhasil meringkus Yayan Saputra (26) seorang kurir narkoba lintas Kabupaten Kota asal Raja Tanah Abang Kabupaten PALI.

Pria yang bekerja sebagai sopir di PT Bima ini diamankan Kamis (13/9) malam sekitar pukul 21.00 wib saat hendak melakukan pesta sabu di rumah rekannya berinisial S di Jalan Kapten A Wahab Taman Siswa Kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih.

Selain pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 4 paket sabu-sabu ukuran besar dengan berat bruto 35,49 gram atau senilai Rp 35 juta, 1 sepeda motor Honda Beat, 1 unit handphone Samsung S8, uang tunai Rp 2 juta dan satu set alat hisap sabu. Sementara pelaku S berhasil melarikan diri saat dalam penggerekkan.

Menurut informasi, penangkapan pelaku bermula dari informasi yang masyarakat yang diperoleh tim berantas BNN Kota Prabumulih yang mengatakan jika akan ada pesta sabu di kawasan Jalan Kapten A Wahab.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan. Setelah mengetahui kebenaran informasi tersebut, petugas kemudian melakukan penggerebekkan di TKP yang merupakan rumah bandar S.

Mendengar kedatangan petugas pelaku S langsung melarikan diri lewat pintu belakang, sementara Yayan Saputra tak berkutik lantaran bingung hendak kabur kemana. Dari pelaku petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dan sabu senilai Rp 35 juta.

Pelaku berikut barang buktinya kemudian diamankan ke kantor BNN Prabumulih.

Dihadapan petugas pelaku mengaku baru dua kali selama dua bulan jadi kurir itu mengambil kerja sampingan lantaran tergiur upah diberikan bandar inisial S.

"Gaji saya kecil pak, S suruh ambil sabu dengan imbalan Rp 2 juta tiap ambil. Saya ambil dari bandar di Tanah Abang Pali," aku pelaku.

Sementara, Kepala BNN Kota Prabumulih, Ibnu Mundzakir mengatakan pihaknya hingga saat ini masih terus mengembangkan kasus tersebut dan memburu para pelaku yang terlibat.

"Kita masih terus lakukan penyelidikan dan memburu rekan tersangka inisial S serta mengembangkan kasus ini," terangnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 114 ayat 2 KUHp tentang narkoba dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun dan maksimal bisa mencapai 20 tahun penjara.[sri]








Komentar Pembaca
Nada Dari Nadi Dhani

Nada Dari Nadi Dhani

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 21:00:00

Soal Lahan, Jusuf Kalla Bela Prabowo

Soal Lahan, Jusuf Kalla Bela Prabowo

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 19:00:00

Hilmar Farid - Kebudayaan Bab II (Bag.2)

Hilmar Farid - Kebudayaan Bab II (Bag.2)

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 10:00:00

Melayat Eka Tjipta di Rumah Duka

Melayat Eka Tjipta di Rumah Duka

SENIN, 28 JANUARI 2019 , 08:43:00

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

Pengantongan Pupuk Akhir 2018

SENIN, 24 DESEMBER 2018 , 20:58:00

IBADAH IMLEK

IBADAH IMLEK

SELASA, 05 FEBRUARI 2019 , 13:10:00