Ini Penyebab Kemungkinan Bayi Lahir Dengan Satu Mata Di Medan

Ragam  JUM'AT, 14 SEPTEMBER 2018 , 17:07:00 WIB

Ini Penyebab Kemungkinan Bayi Lahir Dengan Satu Mata Di Medan

net

RMOLSumsel. Bayi perempuan yang terlahir hanya dengan satu mata di kening pada Kamis (13/9) akhirnya meninggal dunia sekira pukul 22.55 WIB.

Sang ibu bernama Suriyanti asal Kelurahan Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, itu pun tak kuasa menahan tangis.

Kelahiran bayi perempuan ini memang cukup menghebohkan warga setempat. Sebab, bayi ini juga terlahir tanpa hidung dan mata satu tepat berada di kening. Kondisi bola matanya juga membesar.

Meski lahir dalam kondisi tidak seperti bayi pada umumnya, namun bagian tubuh lainnya normal. Dia memiliki kepala, rambut, dua tangan dan kaki, lima jari lengkap serta anggota tubuh lainnya.

Bayi malang ini merupakan anak kelima dari Suriyanti dan suaminya yang kini masih syok. Pasangan suami istri tersebut adalah pendatang asal Pulau Jawa dan bekerja sebagai penambang di kawasan Panyabungan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madina dr Syarifuddin Nasution yang datang langsung melihat kondisi bayi mengatakan, kejadian ini tergolong langka.

Ini kasus ke-7 terjadi di seluruh dunia. Sebelum kejadian di Panyabungan ini (Indonesia), kasus yang sama terakhir terjadi di Mesir,” katanya.

Diutarakan Syariuddin, matanya memang satu dan kemungkinan besar cacat. Namun, cacatnya bagaimana harus melalui proses penelitian.

Penyebab kejadian ini masih belum diketahui secara pasti. Namun, secara medis dugaannya ada tiga faktor yang menyebabkan,” tutur dia.

Tiga kemungkinan faktor tersebut, sambung Syarifuddin, akibat virus rubella, merkuri atau zat kimia pertambangan dan obat-obatan.

"Kita khawatir kalau dirujuk ke rumah sakit lain atau ke Medan, meninggal dalam perjalanan. Artinya, ada faktor risiko kalau kita rujuk karena kondisi kesehatannya. Sebab, kondisi kesehatan umumnya masih diragukan dan dalam perawatan intensif," sebut Syarifuddin seperti diberitakan JPNN.

Oleh karena itu, tambah dia, untuk beberapa hari ke depan bayi tersebut tetap dirawat di rumah sakit itu hingga kondisi kesehatan umumnya benar-benar normal.

Kita akan berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan yang terbaik terhadap si bayi. Nantinya, kita juga akan memeriksa kondisi ibunya,” tukas Syarifuddin. [rhd]

Komentar Pembaca
Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap

Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Eggi: Grace Natalie Langgar Pancasila

Eggi: Grace Natalie Langgar Pancasila

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Penyandang Tunanetra Sakit Hati Dengan Omongan Ma
Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00