Bakal Rusak Kampung, Warga Batumarta Tolak Tambang Batubara

Sosial  KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 , 14:14:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Bakal Rusak Kampung, Warga Batumarta Tolak Tambang Batubara

rmolsumsel

RMOLSumsel. Ratusan massa dari Batumarta sekitaran unit I dan II (Desa Baturaden dan Batuwinangun) Kecamatan Lubuk Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), ramai-ramai menggeruduk gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Kamis (13/9) pagi.

Mereka menolak kehadiran perusahaan tambang batubara, PT Selo Argodedali yang akan beroperasi/ ekploitasi tambang batubara di wilayah mereka.

Mereka menganggap, dengan adanya aktivitas pertambangan di kampungnya akan mencemari dan merusak lingkungan kampungnya.

Massa datang menggunakan kendaraan roda dua termasuk beberapa kendaraan truk.

Berbagai spanduk yang berisikan tulisan penolakan rencana penambangan batubara oleh perusahaan tersebut juga dibawa.

"Masyarakat Batumarta Menolak Penambangan Batubara," begitu salah satu isi spanduk yang dibentangkan warga.

Koordinator aksi, Irsan Yuliadi Audi, tegas menyatakan penolakan warga terhadap rencana penambangan itu.

"Wilayah Batumarta adalah lahan agribisnis, bukan tambang Batubara," teriak Irsan disambut pekik takbir oleh massa.

Senada dikatakan salah satu ibu-ibu yang ikut aksi, yang menyatakan harga mati kalau Batumarta sebagai lahan agribisnis.

"Kami menolak tambang Batubara. Jadikan Batumarta ini murni lahan agribisnis demi masa depan anak cucu kami," katanya.

Selama ini lanjut ibu berkerudung itu, dengan tidak adanya sektor tambang pun mereka sudah hidup nyaman dan tenang tanpa kekurangan suatu apapun.

"Jadi petani karet sudah enak. Tak perlu tambang. Ini aksi murni kami ingin tolak kehadiran perusahaan itu. Karena hal ini akan merusak masa depan anak cucu kami. Karetnyo hilang kalau ada tambang," tandasnya.

Massa pun diajak ke dalam ruang Banmus oleh beberapa anggota DPRD yang menerima kehadiran mereka, untuk berdialog dan dengar pendapat.

Setelahnya, sekitatlr pukul 12.00 WIB, massa pun membubarkan diri dengan tertib. Bahkan, mereka juga memunguti sampah usai berdemo.

Yopi Sahrudin, anggota Komisi I DPRD yang ikut menerima kedatangan massa menyatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi terhadap pihak terkait mengenai masalah penambangan. Karena kata Yopi selama ini bentuk pertambangan semua kewenangannya ada di pusat dan provinsi.

"Kita hanya sebatas koordinasi saja. Mudah-mudahan tuntutan masyarakat bisa diperjuangkan. Yang jelas massa harus sabar, semua butuh proses," kata Yopi. [rhd]



Komentar Pembaca
Pecat Anak Buah Surya Paloh!

Pecat Anak Buah Surya Paloh!

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018 , 11:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 , 11:56:00