Kebersihan Dan Transportasi Keluhan Utama Jurnalis Asing

ASIAN GAMES 2018  MINGGU, 02 SEPTEMBER 2018 , 15:16:00 WIB

Kebersihan Dan Transportasi Keluhan Utama Jurnalis Asing

Foto/Net

RMOLSumsel. Beragam kesan dirasakan para jurnalis asing yang meliput di Asian Games 2018 sejak 10 Agustus sampai 2 September. Penilaian mereka, ada banyak kekurangan

Wartawan asal Korea Selatan, Park Ji Hyuk, menjelaskan bahwa untuk persediaan makanan di Main Press Center (MPC) sudah memadai.

"Kalau di MPC makanan enak, meskipun kadang saya kesulitan mencerna makanan yang seperti dari India, tapi ada roti atau snack lain yang masih bisa saya makan," ungkapnya.

Namun, dia menyayangkan, pelayanan di MPC tak sejalan dengan di media center venue pertandingan.

"Di venue saya sempat bingung mencari air mineral, snack juga tak sebaik di MPC," terangnya.

Dia menjelaskan bahwa Indonesia sangat buruk dalam hal kebersihan di venue dan transportasi.

"Saya sedih melihat kamar mandi yang kotor, kemudian orang merokok bebas di mana saja, sayang sekali, karena saya pikir budaya merokok di sini berbeda dengan di negara saya," paparnya.

Untuk transportasi, dia pun merasakan bahwa panitia tidak sigap dan meremehkan. Dia mencontohkan, ketepatan waktu seperti ilusi.

"Saya sangat marah saat transport disebut ada setiap jam, kenyataannya tidak sesuai jadwal. Berangkat sama, seharusnya sudah jalan, tapi mereka menunda 15-30 menit ini cukup mengecewakan. Tidak on time," tegas wartawan Newsis News Agency itu.

Karena itu, semenjak hari kelima dia memutuskan untuk memilih naik taksi konvensional atau online.

Lain lagi dengan Adachi Sashi, dari Daily Sport Jepang. Dia menganggap venue di Indonesia membingungkan.

"Stadion Pakansari, saya merasakan arah yang membingungkan. Ditulis pintu media, saya berusaha masuk tapi ditutup. Saya datang lagi untuk meliput, pintunya berpindah yang dibuka. Sangat melelahkan harus berputar dan bertanya," terang dia.

Keluhan lainnya datang dari Mahboub Md Ahrand wartawan dari Bangladeshi Newspaper. Dia bingung dengan volunter yang kadang tak tahu dengan apa yang ditanyakan olehnya.

"Saya menemui beberapa volunter yang kurang cakap membantu. Saya tanya, ada yang tidak mengarahkan dengan baik, ada juga yang bertanya ke temannya yang lain, ini menunjukkan mereka tidak tahu tugasnya," kata dia dengan wajah serius.

Kekurangan ini menjadi catatan, bahwa sukses pelaksanaan seperti yang digemborkan belum tercapai. Mahboub juga mengkritik kondisi MPC yang terlalu sempit.

"Kapasitas harusnya lebih, saya ada di Incheon 2014 dan melihat kapasitasnya cukup besar, di sini saya sempat merasakan harus bekerja di luar MPC. Mungkin karena persiapan anda tak panjang ya, ini maksimal yang bisa diberikan," tandasnya seperti diberitakan JPNN, Minggu (2/9).[rik]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00