Sampah Tak Teratasi...Dana DLHK 800 Juta Dipertanyakan

Investigasi  RABU, 29 AGUSTUS 2018 , 17:33:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Sampah Tak Teratasi...Dana DLHK 800 Juta Dipertanyakan

ilustrasi/net

RMOLSumsel.  Tidak hanya mendapat kritik dari lembaga legislatif, penggunaan anggaran pemeliharaan alat berat sebesar Rp800 juta direspon ahli Kebijakan Publik DR Andreas Leonardo.

Pria yang menjabat Ketua Jurusan (Kajur) Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Sriwijaya (Unsri)  ini mengkritisi penggunaan anggaran pemeliharaan alat berat sebesar Rp800 juta, yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang.

"Harusnya, tidak ada alasan DLHK untuk tidak maksimal dalam mengatasi masalah sampah. Apalagi sampai disebutkan ada satu alat berat yang rusak," ungkapnya, Rabu (29/8/18).

Selaku dinas teknis, sudah menjadi tugas DLHK dalam mengatasi sampah di Palembang. Namun, lanjutnya,  jika melihat saat ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin Faizal AR tersebut tidak serius mengatasi persoalan sampah.

Hal itu bisa dilihat dari banyaknya tumpukan sampah di trotoar maupun di pemukiman penduduk yang dibiarkan menumpuk berhari-hari. Parahnya lagi, kata dia, DLHK seperti tutup mata atas persoalan tersebut.

"Coba lihat sekarang ini, yang mengangkut sampah di lorong-lorong atau di perumahan semua dilakukan oleh swasta. Masyarakat dibebankan untuk membayar iuaran setiap bulan. Kalau yang menjadi alasan karena alat berat rusak, kan ada uang pemiliharaan yang cukup besar. Tentu, dalam hal ini penggunaanya harus dipertanyakan ? Kemana anggaran pemeliharaan itu, ya harus transparan," katanya.

Kalau memang alat berat itu sudah tidak layak lagi dan dianggap usang, mengapa uang pemeliharaan terus dianggarkan setiap tahunnya?

"Kalau alat berat itu mendesak. Harusnya dianggarkan untuk pembelian alat baru, dari pada anggaran keluar percuma untuk pemeliharaan alat yang sering rusak. Itu namanya mubazir, uang sebanyak apapun abis, kalau pelihara alat rusak," ujarnya.

Berabagai persoalan masalah sampah di Ibukota Sumatera Selatan ini, menurutnya, disebabkan oleh tidak optimalnya kinerja DLHK Palembang dalam menjalankan tugas dan fingsi.

"Coba kita lihat, banyak di lahan-lahan kosong atau dekat pemukiman ada tumpukan sampah dan dibiarkan saja, tidak diangkut, agar kinerja DLHK Palembang lebih optimal, gunakanlah anggaran secara efektif. Misalnya dengan cara membeli alat angkut sampah atau alat berat bernilai teknologi," tutup Doktor lulusan Universitas Diponegoro (Undip) yang juga mantan Sekretaris Ika Fisip Unsri ini.

Sebelumnya Sekretaris Komisi III DPRD Palembang Ade Victoria mengatakan, DLHK Palembang harus melakukan langkah-langkah inovasi untuk menangani permasalahan sampah ini.

"Masalah sampah ini memang tanggungjawab kita bersama. Tapi, yang jadi pertanyaan kami, kenapa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan ditutup dengan alasan alat berat rusak, tentu itu kita pertanyakan," katanya, usai membahas penutupan TPA Sukawinatan bersama DLHK Palembang.

Menurut Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) ini, terlalu banyak masalah sampah di Palembang yang tak bisa diatasi oleh DLHK. Kalau yang menjadi persoalannya, alat berat yang rusak. Tentu seharusnya diperbaiki, karena dana pemeliharaan alat berat Rp800 juta.

"Bayangkan untuk lima alat berat, meliputi ekskavator dan dozer. Biaya pemeliharaannya sampai Rp 800 juta. Tapi, yang kami ketahui dari keterangan Faizal (kepala DLHK Palembang), yang beroperasi hanya dua. Artinya Rp800 juta itu hanya untuk pemeliharaan dua alat berat. Tentu itu angka yang cukup tinggi," ujarnya. [ida]
Pecat Anak Buah Surya Paloh!

Pecat Anak Buah Surya Paloh!

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

BENANG MERAH (EPS.156): Menanti Hasil Perburuan SBY

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018 , 11:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

Bantuan Kemanusiaan Pusri Untuk Lombok NTB

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 , 11:56:00