Dewan Lompat Pagar, Kaderisasi dan Sistem Karir Parpol Belum Berjalan

Politik  MINGGU, 19 AGUSTUS 2018 , 11:43:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Dewan Lompat Pagar, Kaderisasi dan Sistem Karir Parpol Belum Berjalan

Marratu Fahri/RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Fenomena lompat pagar” atau ada juga yang menyebutnya sebagai kutu loncat” bagi anggota Dewan yang kembali maju ke Pileg 2019 melalui partai lain mendapat tanggapan dari berbagai kalangan masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Di OKU sendiri, diketahui ada lima anggota legislatif yang masih aktif, namun kembali mendaftar Caleg melalui partai lain.

Menurut pengamat politik yang juga Dosen FISIP Universitas Baturaja (Unbara) Marratu Fahri, fenomena anggota DPRD lompat pagar” tersebut membuktikan bahwa Parpol di Indonesia belum terlembagakan dengan baik.

Memang kata dia, tidak ada aturan yang melarang orang lompat pagar” (pindah partai). 5 tahun lalu jadi anggota dewan dari partai A, dan pemilu berikutnya pindah (nyaleg) partai B.

"Namun secara teoritik, hal itu terkesan kurang elok, dari sinilah muncul istilah kutu loncat”. Fenomena hijrah partai ini biasanya (umumnya) karena pertimbangan pragmatis," katanya.

Hal inilah yang sekaligus menunjukkan betapa Parpol di Indonesia belum terinstitusionalisasi/ terlembagakan dengan baik. Akibatnya, parpol tidak lebih hanya” sebatas perahu yang secara kelembagaan seolah menjadi sub ordinat dari para elitenya.

"Hal ini pula yang menyebabkan personalisasi kepemimpinan di tubuh parpol," jelas Marratu.

Aksi lompat pagar” tersebut juga menunjukkan belum berjalannya kaderisasi dan sistem karir yang baik pada Parpol di Kabupaten OKU bahkan di Indonesia.

Institusionalisasi atau pelembagaan dimaksud menyangkut sistem rekrutmen, sistem kaderisasi dan sistem karir. Ketiga hal tersebut sejatinya merupakan satu kesatuan.

"Masalahnya, sistem kaderisasi dan sistem karier di Parpol umumnya tidak berjalan dengan baik, karena itulah penyebab orang dengan mudah pindah-pindah partai,” pungkas dosen yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) OKU tersebut.[rik]

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 19:00:00

Ma

Ma"ruf Amin Dilaporkan Ke Bawaslu

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap

Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00