Waspada..Teroris Rancang Serangan Serentak 17 Agustus

Kriminal  KAMIS, 16 AGUSTUS 2018 , 23:33:00 WIB

Waspada..Teroris Rancang Serangan Serentak 17 Agustus
RMOLSumsel. Seluruh masyarakat diimbau untuk waspada. Sebab ada kemungkinan teroris telah merancang serangan pada HUT Ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia besok, Jumat (17/8).

Sehubungan itu, aparat keamanan di wilayah Kalimantan Tengah diinstruksikan waspada dan siaga.  Pemeriksaan terhadap terduga teroris di Palangka Raya yang telah tertangkap, mengungkap rencana jahat jaringan tersebut, yakni serangan serentak pada 17 Agustus.

Indikasi itu muncul berdasarkan pendalaman aparat terhadap L, terduga teroris dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang diringkus Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Senin (13/8) lalu. Polisi yang berjaga di hari peringatan kemerdekaan itu jadi target utama. Dalam aksinya, jaringan JAD memang menjadikan polisi sebagai sasaran.

Ada lima daerah yang rawan jadi sasaran aksi, yakni Kabupaten Kotawaringin Timur, Katingan, Pulang Pisau, Kapuas, dan Kota Palangka Raya. Anggota jaringan itu tak hanya diinstruksikan melukai dan melumpuhkan polisi, namun juga membunuh aparat.

”Sifatnya (serangan teroris) untuk melumpuhkan dan membunuh sasaran. Terindikasi kuat beraksi di sejumlah kabupaten di Kalteng. Kasus ini terus dikembangkan dan tim terus bergerak mengungkap jaringan tersebut,” kata Wakapolda Kalteng Brigjend Pol Dedi Prasetyo, seperti diberitakan JPNN, Kamis (16/8).

Dedi menuturkan, informasi dari L masih terus didalami, termasuk indikasi serangan tersebut. Status L pun masih terperiksa. Keterangannya terus digali. ”Kami masih melakukan pengembangan. Tidak menutup kemungkinan ada pihak lain di sejumlah daerah di Kalteng,” tutur Dedi.

Terduga teroris, L, lanjut Dedi, terindikasi berkomunikasi dengan narapidana teroris di Lapas Klas IIA Palangka Raya. Dari situlah dia diduga menjadi pengikut JAD. Komunikasi dilakukan melalui tatap muka, internet, hingga via telepon. L sudah masuk jaringan tersebut selama tiga tahun.

”Pengakuan sementara ini, (L) berkenalan dan berkomunikasi melalui internet, ponsel, dan bertatap muka. Jadi, akhirnya L terpapar saat masih berstatus menjadi sipir,” ujarnya.

ebih lanjut Dedi mengatakan, pihaknya juga akan memetakan jaringan tersebut. Sejumlah barang bukti yang diamankan dari kediaman L masih terus diusut. Barang bukti yang diamankan beberapa waktu lalu, seperti bahan peledak, senjata rakitan, anak panah, busur, buku, dan sejumlah dokumen.

”Kami masih cari tahu dari mana barbuk itu diperoleh dan masih didalami. Nanti akan disampaikan secara rinci,” ujarnya.

Terkait kasus tersebut, Dedi memerintahkan seluruh personel Polda Kalteng agar meningkatkan kesiagaan dan kewaspadaan. Terutama anggota yang melaksanakan tugas pengamanan pada peringatan HUT kemerdekaan RI.

”Instruksi Kapolda Kalteng sudah sangat jelas. Tingkatkan kewaspadaan! Karena hasil penyelidikan (jaringan terduga teroris) beraksi di wilayah Kalimantan,” tegasnya.

Terkait keluarga L, Dedi mengatakan, sang istri, As, masih berstatus saksi. Keluarga L belum terpapar paham radikal. L merupakan oknum aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Rutan Klas IIA Palangka Raya.

Statusnya nonaktif karena tak bekerja selama setahun lebih. L tinggal bersama istri dan tiga anaknya. Sang istri berprofesi sebagai guru dengan status ASN di salah satu SD di Palangka Raya. [ida]

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 19:00:00

Ma

Ma"ruf Amin Dilaporkan Ke Bawaslu

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap

Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00