Mahfud MD Bongkar Kisah Jokowi Tak Berdaya Ditekan Koalisi

Politik  SELASA, 14 AGUSTUS 2018 , 22:42:00 WIB

Mahfud MD Bongkar Kisah Jokowi Tak Berdaya Ditekan Koalisi

Mahfud MD/Net

RMOLSumsel. Mahfud MD membongkar kronologis dirinya tersingkir dari pencalonan menjadi cawapres untuk Joko Widodo di hari-H.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengatakan, sejak sepekan sebelum pengumuman cawapres Jokowi, sudah ada konfirmasi dari Istana bahwa ia akan diumumkan Jokowi sebagai cawapres.

Ia diminta oleh koordinator staf khusus presiden, Teten Masduki, untuk menyiapkan semua syarat yang diperlukan. Pertemuannya dengan Teten berlangsung hampir tengah malah di kompleks Widya Chandra, Jakarta. Tapi di sisi lain, ia diminta untuk berkomunikasi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Saya kan bukan calon dari PKB, kenapa saya harus konsultasi dengan PKB? Saya temui orang-orang yang berpengaruh pada Cak Imin (Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB). Ada beberapa orang,” ungkap Mahfud dalam acara Indonesia Lawyers Club yang disiarkan langsung oleh TV One, sesaat lalu.

Seminggu kemudian (Rabu 8 Agutus 2018), lanjut Mahfud, ia diundang bertemu lagi oleh Sekretaris Negara, Pratikno. Ada juga Teten dan asisten Pratikno. Ia dikasih tahu bahwa esok harinya (Kamis, 9/8) cawapres Jokowi akan diputuskan. Lingkaran Jokowi sudah menyiapkan hal-hal detail untuk Mahfud.

"Kamis pagi saya ditelepon Pramono Anung (Sekeretaris Kabinet). Minta CV untuk deklarasi, nama harus persis dengan CV resmi. Saya ditelepon ajudan presiden untuk ukur baju. Bapak bawa saja baju yang bapak senangi, kami bikin modelnya sama dengan Pak Jokowi,” kata Mahfud menirukan sang ajudan.

Pada Kamis  itu, sekitar jam 1 siang, ia berkomunikasi dengan Teten. Orang dekat Jokowi itu memberi tahu bahwa cawaprs akan diumumkan jam 4 sore di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta Pusat. Semua detail sudah dibahas sampai posisi duduknya. Tiba-tiba, semua rencana berubah.

"Seperti semua dengar , yang dipilih KH Ma’ruf Amin. Saya menerima itu sebagai realitas politik. Sebelumnya Pak Pratikno katakan sepertinya ada perubahan, coba kembali ke posisi semula dulu,” terang Mahfud.

Mahfud mengklaim tidak kecewa, tetapi kaget. Dalam politik hal itu biasa. Menurutnya, kepentingan bangsa jauh lebih pentjng ketimbang nama Mahfud dan Ma’ruf.

Ia pun bertemu dengan Jokowi setelah semua kejadian itu. Dari Jokowi sendiri ia tahu bahwa para pimpinan parpol datang menghadap pada H-1 pengumuman cawapres membawa calon masing-masing. Jokowi tidak berdaya.

Saya bilang Bapak (Jokowi) enggak salah. Kepentingan bangsa harus berjalan,” ungkapnya membuka omongan ke Jokowi sebagaimana diberitakan Kantor Berita Politik RMOL.[rik]

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 19:00:00

Ma

Ma"ruf Amin Dilaporkan Ke Bawaslu

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap

Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00