Peserta Seleksi Laporkan Timsel Calon Komisioner Bawaslu

Sosial  SENIN, 13 AGUSTUS 2018 , 17:50:00 WIB | LAPORAN: SUHARDI

Peserta Seleksi Laporkan Timsel Calon Komisioner Bawaslu

Nurhasanah dan kuasa hukum/RMOLSumsel-suhardi

RMOLSumsel. Puluhan peserta Seleksi Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota meminta penundaan dan pelantikan Komisioner Bawaslu Kabupaten/Kota .

Pasalnya mereka menduga adanya proses seleksi yang tidak transparan bahkan dugaan pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan oknum Tim Seleksi (Timsel) Bawaslu kepada peserta tes Bawaslu.

Nurhasanah Akmal, salah satu peserta tes yang ditunjuk mewakili dari 34 peserta tes yang dinyatakan gugur melayangkan surat ke Bawaslu RI melalui kuasa hukumnya, Sapriadi Syamsuddin.

Melalui surat yang dilayangkan ke Bawaslu RI dan ditembuskan kepada DKPP, POLRI dan lainnya, Nurhasanah dan kawan-kawan pihaknya meminta penundaan pelantikan Komisioner Bawaslu Kabupaten/Kota se Sumsel,  lantaran diduga sarat pungli dan tidak berjalan transparan.

"Sejak awal memang sudah ada kejanggalan yang kami rasakan pada proses seleksi calon komisioner Bawaslu ini. Salah satunya saat CAT, timsel mengatur untuk peserta yang tidak mengikuti CAT tidak akan lolos ke tes berikutnya. Tapi faktanya malah ada tes susulan bagi peserta yang tidak sempat mengikuti CAT, itu saja sudah melanggar secara administratif," ungkap Nurhasanah kepada wartawan, Senin (13/8).

Selain proses seleksi yang janggal, kata dia, setiap peserta juga pernah mendapatkan tawaran untuk memberikan sejumlah uang sebagai sumbangan jika ingin lolos hingga tahap akhir.

"Bukan saya saja yang mendapat tawaran itu, tapi semua peserta. Awalnya saya pikir itu cuma hoax, tapi nyatanya ada salah satu teman yang lolos itu memang sudah memberikan sejumlah uang dan dinyatakan lolos. Sementara yang tidak lolos memang tidak memberikan sumbangan tersebut," imbuhnya.

Oleh karena itu, pihaknya melalui kuasa hukum sudah menyurati Timsel agar seluruh proses seleksi diinformasikan kepada peserta sebagai bentuk transparansi.

"Kita ingin proses seleksi ini berjalan dengan benar. Jangan sampai mendzolimi orang yang punya potensi menjadi anggota Bawaslu, malah gagal karena adanya pungli itu," tegasnya.

Sementara, Kuasa Hukum Sapriadi Syamsudin SH mengatakan isu pungli pada seleksi anggota Bawaslu yang dilakukan oknum timsel harus mendapat tindakan tegas dan peringatan keras dari Bawaslu Sumsel.

"Kami mohon ada tindakan tegas dari Bawaslu Sumsel dengan dugaan pungli tersebut. Kami juga ingin ada penundaan pelantikan dan pengangkatan dari semua hasil seleksi anggota bawaslu. Kita juga sudah punya bukti transfer dari salah satu peserta yang lulus yang ditujukan kepada salah satu oknum timsel. Itulah yang menjadi dasar permohonan penundaan pelantikan," singkatnya.

Terpisah, Ketua Timsel Wilayah II  Mada mengungkapkan bahwa Timsel telah menuntaskan tugas dengan menyerahkan 10 nama kepada Bawaslu Provinsi.  Nantinya Bawaslu RI yang akan menentukan siapa yang ditetapkan sebagai anggota komisioner Bawaslu kabupaten/kota.


"Bukan kewenangan kami lagi, karena proses yang dilakukan oleh timsel sudah selesai," kata Mada. [ida]

Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 19:00:00

Ma

Ma"ruf Amin Dilaporkan Ke Bawaslu

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap

Terduga Pembantai Keluarga Nainggolan Ditangkap

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 , 15:00:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00