Polisi Bongkar Peredaran Narkoba Dalam Lapas Merah Mata

Politik  SENIN, 06 AGUSTUS 2018 , 20:20:00 WIB | LAPORAN: YOSEP INDRA PRAJA

RMOLSumsel. Petugas Direktorat Narkoba Polda Sumsel berhasil membongkar peredaran narkoba yang dikendalikan Napi dan Sipir Jaringan Lapas Merah Mata Dibongkar berhasil membongkar jaringan pengedar narkoba di Lembaga Permasayarakat (LP) Merah Mata.Lima tersangka masing-masing Nabila (19) warga Jalan Talang Kerangga No 18/580 RT 14 RW 05 Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II.

Idham alias Deham (28) warga Jalan Talang Kerangga No 871 Rt 14 Rw 05 Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I. Herman Gani (53) Napi Lapas Merah Mata yang divonis 17 tahun dalam kasus narkoba, dan Rizky (28) warga Desa Sumbokrayek Kec Nibung Aceh Utara Napi Lapas Merah Mata yang divonis 20 Tahun dalam kasus narkoba. Satu diantaranya Adiman (36) diketahui pegawai Lapas Merah Mata.

Terungkapnya kasus ini bermula dari petugas Ditresnarkoba Polda bermula dari informasi dari masyarakat yang diterima jajaran Ditres Narkoba Polda Sumsel, pada Kamis (2/8/).

Adanya salah satu tersangka Adiman yang diduga membawa Narkoba jenis sabu-sabu dengan mengendarai mobil warna orange.

Berbekal informasi itulah petugas langsung melakukan penyelidikan dan menghadang mobil yang diduga membawa narkoba saat akan melintas di Jalan TAA, tepatnya di simpang bandara.

Dari dalam mobil Adiman setelah digeledah petugas menemukan uang sebesar Rp 120 juta berdasarkan pengakuannya uang tersebut hasil dari penjualan sabu-sabu tersangka K (DPO) di daerah Talang Jambe.

Kemudian,dilakukan  ke rumah tersangka K, namun tersangka sudah tidak berada di rumah.Tapi anggota disaksikan ketua RT  setempat, masuk dan melakukan penggeledahan dirumah K, hasilnya ditemukan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak dua kantong besar seberat dua ons.

Adiman mengaku, barang haram beredar atas perintah seorang Napi di Lapas Merah Mata bernama Herman. Dari pengakuan Adiman inilah Ditresnarkoba langsung berkoordinasi dengan Kalapas Merah Mata untuk melakukan penggeledahan.

Dari dalam Lapas Merah Mata petugas mengamankan, Rizki (28) warga asal Aceh yang juga ikut mengendalikan peredaran narkoba dari Lapas Merah Mata.

Tidak berhenti disini anggota mengorek keterangan Rizki, lalu melakukan pengembangan dengan memesan Narkoba dengan tersangka NU (28) yang tak lain anak dari tersangka Herman.

Saat tersangka tiba di lokasi yang ditentukan, disepakati untuk bertemu di kawasan Kambang Iwak Palembang, petugas langsung menyergap tersangka NU dan melakukan penggeledahan.

Hasilnya, anggota menemukan sabu-sabu seberat 3,7 ons terdiri dari empat bungkus dari dalam jok motor matic tersangka.

Dari pengakuan NU, barang haram itu milik kakaknya bernama Idham (28). Lalu polisi kembali bergerak untuk melakukan penggerebekan di rumah tersangka Idham di Jalan Talang Kerangga, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang.

Lagi-lagi, petugas berhasil mendapatkan barang bukti berupa ekstasi dan sabu-sabu yang terdiri dari 300 butir ekstasi, 7 butir ekstasi warna putih, 7,16 gram sabu-sabu bukngkus kecil, 2 bungkus ekstasi dengan berat 55,31 gram dan 77,68 gram.

Dari pengakuan tersangka Idham, semua barang haram tersebut didapatnya dari sang ayah atau tersangka Herman seorang penghuni Lapas Merah Mata. Lalu petugas kembali merapat ke Lapas Merah Mata untuk menciduk tersangka Herman.    

Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain Adinegara, membenarkan jika semua Narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi tersebut dikendalikan oleh seorang Napi di Lapas Merah Mata bernama Herman dengan melibatkan dua anak kandungnya dan seorang oknum pegawai Lapas.

"Ini sangat miris sekali, seorang ayah melibatkan anak-anaknya dalam mengendalikan Narkoba. Namun kami akan sikat betul dan tidak ada ampun bagi yang melakukan tindak pidana Narkoba, kriminal maupun premanisme," tegasnya, Senin (6/8/2018).

Lalu, kata Kapolda, barang bukti tersebut dibawa ke labfor guna kepentingan pemeriksaan, serta melakukan pengetasan urine terhadap seluruh tersangka.

"Kita juga masih melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya yang belum tertangkap, yang diduga terlibat dengan jaringan ini,"tandasnya. [yip]



Komentar Pembaca
Harga Sawit Turun, Ini Beda Solusi SBY dan Jokowi

Harga Sawit Turun, Ini Beda Solusi SBY dan Jokowi

SENIN, 17 DESEMBER 2018 , 17:00:00

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00