Jualan Permen, Bocah Ini Jadi Pengusaha Sukses

Ekonomi  KAMIS, 02 AGUSTUS 2018 , 08:18:00 WIB

Jualan Permen, Bocah Ini Jadi Pengusaha Sukses
RMOLSumsel. Angus Copelin-Walters baru berusia 8 tahun. Ia berasal dari Darwin, wilayah utara Australia. Di usia semuda ini, Angus sudah jadi pengusaha sukses dengan keuntungan $ 10.000 atau sekitar Rp100 juta di tahun pertama.

Apa bisnis yang digeluti Angus? Jualan permen.  Dengan menjual permen ikonik berbentuk mata buaya, Angus nan  belia telah menjadi filantropis (donatur sosial). Ia memiliki akun sendiri di LinkedIn, dan tengah berambisi untuk membeli dua mobil mewah Lamborghini.

Kesuksesannya ini dibangun melalui usaha kembang gula buatannya. Produk kembang gula berbentuk mata buaya Angus yang dipasarkan dengan nama ‘Croc Candy’ atau permen buaya terus bertambah pelanggannya di Darwin, NT.

Ide untuk memulai bisnis ini sendiri muncul tahun lalu ketika keluarga Walters berbincang-bincang mengenai cara untuk membantu putra mereka mengatasi kesulitan belajarnya. Setelah bereksperimen dengan usaha lain, selama itu ibu Walters terkejut oleh bakat wirausaha putranya, mereka memutuskan untuk mencoba menjual gula-gula buatan mereka.

    "Saya ingin menjual limun tetapi ibu melarangnya, dan dia menyarankan untuk menjual permen," tutur Angus seperti diberitakan Kantor Berita JPNN, Kamis (2/8).

"Permen ini berkualitas bagus yang saya tahu, " kata Walters, yang mengembangkan produk permen itu.

"Ketika dia berbicara tentang permen dan limun, daripada hanya membeli beberapa dari toko, lebih baik membuat  permen sendiri, ini sebuah kerajinan tangan dan berkualitas baik."

Angus kemudian mengimpor kembang gula itu dan mulai menjualnya ke jaringan kecil "teman-teman ibunya dan beberapa orang secara acak". Ia kemudian juga memasarkannya di halaman Facebook dan akhirnya membuka gerai di salah satu dari banyak pasar reguler di Kota Darwin.

Yang mengejutkan mereka, bisnisnya kemudian berkembang.

"Beberapa orang datang dan meminta pesanan massal untuk ulang tahun dan sebuah acara, kemudian mereka menyusun perencanaan bagaimana memenuhi pesanan itu dan bagaimana dia bisa belajar dari itu," kata Ny Walters.

Sekarang, Angus telah menganggap Kota Darwin, sejumlah tujuan wisata lokal dan kantor pemerintah wilayah utara Australia (NT) sebagai kliennya. Bisnisnya baru-baru ini merayakan ulang tahun pertamanya dan menyumbangkan $ 1.000 atau setara Rp 10 juta kepada badan amal yang mendukung anak-anak dengan disleksia.


Pengalaman terjun langsung ke dalam bisnis memberi gagasan bagi Angus untuk mewadahi anak-anak lain seusianya yang hendak mewujudkan gagasan bisnis mereka. Dia mencontohkan seorang seorang pandai besi remaja yang sangat bersemangat membuat pisau dan seorang teman yang menjual perangkat membuat mainan slime.

"Aku ingin agar anak-anak bisa naik ke panggung dan memamerkan bisnis mereka," katanya.

Terinspirasi oleh acara televisi Shark Tank, Angus memutuskan untuk membuat acara sejenis dan memberi nama forum itu ‘Croc Tank’ dan ibunya mulai mendaftarkan merek dagang.

Dan ia akhirnya menerima hak paten atas acaranya tersebut dari Intellectual Property Australia awal tahun ini. Namun belakangan, Sony Pictures Television Inc, yang berbasis di Amerika Serikat dan memiliki merek dagang Shark Tank menentang pendaftaran merek dagang mereka.

Nyonya Walters mengatakan pengacara Sony Pictures Television Inc tidak menyadari mereka menentang bocah berusia delapan tahun dari Darwin, ketika dia menghubungi pengacara perusahaan itu di Australia.

"Saya memberitahu pengacara yang berbasis di Australia dan mereka hanya berkata: 'Situasinya adalah seperti ini. Apakah Anda sadar?'

"Pengacara itu benar-benar tertawa dan berkata, 'Oh tidak, kami tidak menyadarinya, jadi saya kira klien saya tidak akan mempersoalkan masalah ini', jadi itu sangat melegakan.

    "Angus tidak dalam bisnis menjalankan acara TV."

Kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan tentang penggunaan merek dagang ini, yang akan diselesaikan akhir tahun ini.

Keluarga berharap hasil dari kesepakatan ini akan memungkinkan mereka mengadakan acara di bawah nama ‘Croc Tank’ di masa depan. Dan bagi Angus sendiri, kejadian ini telah memperkenalkan cita rasa dunia usaha yang sebenarnya yang tidak dia sadari sebelumnya. [ida]

Komentar Pembaca
Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

KAMIS, 16 AGUSTUS 2018 , 13:00:00

Hadi Tjahjanto - TNI dan Polri (Bag.2)

Hadi Tjahjanto - TNI dan Polri (Bag.2)

RABU, 15 AGUSTUS 2018 , 18:00:00

Hadi Tjahjanto - Pengamanan Asian Games (Bag.1)

Hadi Tjahjanto - Pengamanan Asian Games (Bag.1)

RABU, 15 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Tolak Hasil Pilkada

Tolak Hasil Pilkada

KAMIS, 28 JUNI 2018 , 22:45:00

Berikan Pernyataan Perdana

Berikan Pernyataan Perdana

RABU, 27 JUNI 2018 , 23:22:00

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

JUM'AT, 06 JULI 2018 , 18:37:00