Perang Laos Mengubah Wajah CIA

OLELH JAYA SUPRANA

OPINI  KAMIS, 02 AGUSTUS 2018 , 07:35:00 WIB

Perang Laos Mengubah Wajah CIA
SAYA suka berkunjung ke Laos, terutama ke mantan ibukotanya yaitu Luang Prabang di lembah pegunungan kawasan utara Laos yang telah ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan kebudayaan dunia.


Meski saya Nasrani, namun saya mempelajari agama mayoritas warga Laos yaitu Buddha yang ternyata mirip agama Kerajaan Majapahit sebagai perpaduan Buddhisme dan Hinduisme.

Menulusuri Sungai Mekkong juga merupakan pengalaman khas tiada duanya. Lbak Khaon yang terletak di Laos Selatan merupakan kawasan air terjun terluas bukan saja di Asia namun di planet bumi.

Bocoran Rahasia

Saya baru tersadar bahwa Laos ternyata memiliki peran tersendiri dalam percaturan geopolitik dunia berkat bocoran rahasia pemerintah Amerika Serikat yang dilakukan oleh Joshua Kurlantzick lewat buku berjudul sinis tragis "A Great Place to Have a War" dengan sub judul "America in Laos and the Birth of a Military CIA".

Di dalam buku kontroversial itu, Joshua membongkar rahasia di balik perang di Laos pada tahun 60an abad XX yang merubah CIA sebagai lembaga mata-mata menjadi pelaksana agresi militer yang bahkan memegang peran kunci dalam politik luar negeri Amerika Serikat di masa Perang Dingin.

Buku kontroversial itu membongkar rahasia bahwa pada Januari 1961 Presiden USA, Jenderal Purnawirawan Dwight Eisenhower diam-diam memerintahkan CIA untuk mengobarkan perang saudara di Laos dengan mengadu domba kaum Hmong melawan kaum komunis setempat demi menghentikan laju kekuasaan komunis di Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Merubah Wajah

Perintah rahasia Eisenhower itu merupakan awal momentum operasi paramiliter terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Perang saudara yang dikobarkan oleh angkara murka CIA di Laos  berlanjut selama dua dasawarsa sampai ke masa kepresidenan Kennedy dan Nixon dengan membinasakan 10 persen warga Laos, mewariskan ribuan ranjau yang belum meledak di bumi Laos dan merubah wajah CIA menjadi lembaga terkejam dan terkeji di planet bumi ini.

Perang Laos mahakarya CIA menjadi template bagi Perang Proxy yang dicopy-paste oleh CIA  ke seluruh pelosok dunia mulai dari Asia Tenggara, Amerika Tengah, Timur Tengah sampai ke perang melawan terorisme masa kini.

Sebagai senior fellow pada Southeast Asia at the Council on Foreign Relations, Joshua Kurlantzick menulis buku "A Great Place To Have A War" berdasar wawancara ekstensiv dengan berbagai orang-dalam CIA mau pun dokumen rahasia CIA yang baru pada awal abad XXI resmi terbuka bagi masyarakat. [rmol]

Penulis adalah pembelajar geopolitik masa kini 

Komentar Pembaca
Selamat Berpesta Olahraga!

Selamat Berpesta Olahraga!

SABTU, 18 AGUSTUS 2018

Selamat.. Turki Merdeka!

Selamat.. Turki Merdeka!

SABTU, 18 AGUSTUS 2018

BERSAING MENGABDI RAKYAT

BERSAING MENGABDI RAKYAT

MINGGU, 12 AGUSTUS 2018

Dilema Prabowo; Antara Salim dan AHY
JANGAN BUNUH PLN KAMI..!

JANGAN BUNUH PLN KAMI..!

SELASA, 31 JULI 2018

Narasi Populisme Islam vs Moderasi Islam pada Pilpres 2019
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

SABTU, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

JUM'AT, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

#VLOGNEWS: Upacara di UBK, Prabowo Dapat Star of Soekarno
Tolak Hasil Pilkada

Tolak Hasil Pilkada

KAMIS, 28 JUNI 2018 , 22:45:00

Berikan Pernyataan Perdana

Berikan Pernyataan Perdana

RABU, 27 JUNI 2018 , 23:22:00

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

JUM'AT, 06 JULI 2018 , 18:37:00