Tambang Batubara Ilegal Tepian Sungai Enim Makin Merajalela

Laporan: Edwinsyah Satria

Hukum  RABU, 01 AGUSTUS 2018 , 17:59:00 WIB

Tambang Batubara Ilegal Tepian Sungai Enim Makin Merajalela

RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Penambangan batubara secara ilegal di Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim, semakin merajalela dan  tambah tidak terkendali serta  benar benar merusak lingkungan.

Pasalnya, mereka nekat menambang batubara yang berada di tepian atau bantaran Sungai Enim yang ada di desa itu tanpa melihat alibat yang akan ditimbulkan.

Kondisi itu, membuat tepian Sungai Enim, menjadi rusak dan bakal menimbulkan ancaman longsor. Kemudian bakal menimbulkan pencemaran air Sungai Enim. Ironisnya lagi, tepian Sungai Enim yang dijadikan sebagai tempat kegiatan penambangan batubara itu, jaraknya hanya sekitar beberapa ratus meter aja dari Kantor Camat Lawang Kidul.

Pantauan di lapangan menunjukkan, kurang dari 10 orang masyarakat menambang dengan cara menggali batubara yang ada di tepian Sungai Enim itu menggunakan peralatan tradisional seperti cangkul, blencong dan linggis. Bongkahan batubara yang berhasil ditambang dimasukkan ke dalam karung plastik.

Batubara yang telah dimasukkan di dalam karung tersebut, terlebih dahulu di tumpuk di pinggir sungai tersebut. Setelah tumpukan karung berisi batuara itu banyak, barulah diangkut menggunakan perahu menuju ke seberang sungai untuk dijual.

Kegiatan penambangan tersebut, kelihatannya sudah cukup lama berlangsung. Mereka nekat menambang di tepian  sungai tersebut, karena kondisi air Sungai Enim surut akibat kemarau. Sehingga mereka sangat leluasa bisa menambang di tepian sungai tersebut.

Camat Lawang Kidul, Drs Rachmad Noviar, yang berhasil dikonfirmasi mengaku telah mengetahuai adanya kegiatan penambangan batubara ilegal d tepian Sungai Enim tersebut.

Saya marah besar kepada mereka, karena penambangan yang mereka lakukan tidak lagi di lahan milik mereka, tetapi sudah merambah ke tepian sungai yang merusak lingkungan,” jelas Rachmad Noviar, Rabu (1/8).   

Dia sudah memerintahkan Kepala Desa Darmo, untuk melarang masyarakat tersebut melakukan kegiatan penambangan batubara di tepian sungai. Kemudian Kades juga sudah membuat surat teguran secara resmi kepada masyarakat yang melakukan kegiatan penambangan tersebut, namun tidak dihiraukan.

Saya juga sudah melakukan pelarangan, tetapi tidak juga diindahkan,” jelasnya. Bahkan dia sudah membuat surat secara resmi ditujukan Bupati Muara Enim tanggal 26 Juli 2018 melaporkan adanya kegiatan penambangan batubara ilegal di tepian sungai tersebut.

urat tersebut,  lanjutnya, telah ditembuskan kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Muara Enim. Dia juga berharap, agar BLH dapat menyampaikan permasalahan tersebut kepada Dinas Pertambangan Provinsi Sumsel, supaya bisa turun kelapangan melihat kegiatan penambangan ilegal di tepian sungai itu. Karena kewenangan  masalah penambangan telah diambil alih Pemerintah Provinsi.[rik]




Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

SABTU, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

JUM'AT, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

#VLOGNEWS: Upacara di UBK, Prabowo Dapat Star of Soekarno
Tolak Hasil Pilkada

Tolak Hasil Pilkada

KAMIS, 28 JUNI 2018 , 22:45:00

Berikan Pernyataan Perdana

Berikan Pernyataan Perdana

RABU, 27 JUNI 2018 , 23:22:00

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

JUM'AT, 06 JULI 2018 , 18:37:00