Terlilit Hutang Rp 1,5 M, Kontraktor Rekayasa Perampokkan dan Tembak Kaki Sendiri

Kriminal  RABU, 01 AGUSTUS 2018 , 16:21:00 WIB | LAPORAN: DEDE SUHEN

Terlilit Hutang Rp 1,5 M, Kontraktor Rekayasa Perampokkan dan Tembak Kaki Sendiri

RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Terlilit hutang kadang kala membuat orang bertindak diluar akal sehat. Seperti halnya yang dilakukan oleh Arief Faisal (45) Warga Jalan Kambang Iwak Kelurahan Tanjung Raman Kecamatan Prabumulih Selatan Kota Prabumulih.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai Kontraktor ini nekat merekayasa aksi perampokkan lantaran terlilit hutang hingga miliaran rupiah. Bahkan ia sampai nekat menembak kaki bagian paha dalam untuk meyakinkan petugas bahwa kejadian itu murni perampokkan. Itu ia lakukan semata-mata untuk meyakinkan sang pemberi hutang agar bisa terlepas dari tagihan.

Namun nahas. Aksi yang dilakukan Arief kurang begitu rapih, sehingga membuat petugas menaruh curiga. Ditambah, saat memberikan keterangan pelaku selalu berbelit-belit.

Alhasil, aksinya tersebut terungkap. Ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya lantaran memberikan laporan palsu. Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita uang senilai Rp 501.000.000 sebagai barang bukti.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutahuruk didampingi Kasat Reskrim, AKP Eryadi Yuswanto mengatakan rekaya perampokkan tersebut dilakukan pelaku pada Selasa (24/7) diang sekitar pukul 12.00 wib. Dimana sebelum menembak dirinya sendiri, pelaku mengambil uang sebesar Rp 651.000.000.

Dengan rincian, uang sebesar Rp 501.000.000 pelaku ambil dari Bank Sumsel Babel cabang Prabumulih pada pukul 09.30 wib, kemudian melakukan pengambilan uang senilai Rp 150.000.0000 dari bank Sumsel. Di kantor BPMTSP Prabumulih sekitar pukul 12.00 wib.

"Setelah itu, pelaku kemudian pergi kejalan lingkar. Disanalah pelaku menembak kakinya sendiri lalu mengubungi petugas jika dirinya telah dirampok," Ujar Kapolres.

Mendapat laporan tersebut, kata Kapolres, petugas kepolisian langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan terhadap pelaku, terdapat sejumlah kejangalan.

"Dari hasil periksa, kita kembangkan barulah akhirnya pelaku mengaku jika semua itu adalah rekayasa karena ia terlilit hutang hingga Rp 1,9 Miliar," ungkap Kapolres.

Mengenai keberadaan senjata api yang digunakan pelaku melukai dirinya sendiri, kata Kapolres, hingga saat ini belum juga ditemukan. "Pelaku mengaku kalau senjata api itu dibuang ke sungai kelekar. Ini juga masih kita selidiki, apakah senjata itu resmi atau ilegal," terangnya.

Sementara, Arief mengaku terpaksa melakukan hal itu lantaran terlilit hutang sebesar Rp 1,5 Miliar. "Terpakso cakini (rekayasa kejadian) oleh hutang," terangnya singkat.

Akibat perbuatannya, Pelaku dikenakan pasal 242 KUHP jo 220 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.[rik]

Komentar Pembaca
Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

KAMIS, 16 AGUSTUS 2018 , 13:00:00

Hadi Tjahjanto - TNI dan Polri (Bag.2)

Hadi Tjahjanto - TNI dan Polri (Bag.2)

RABU, 15 AGUSTUS 2018 , 18:00:00

Hadi Tjahjanto - Pengamanan Asian Games (Bag.1)

Hadi Tjahjanto - Pengamanan Asian Games (Bag.1)

RABU, 15 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Tolak Hasil Pilkada

Tolak Hasil Pilkada

KAMIS, 28 JUNI 2018 , 22:45:00

Berikan Pernyataan Perdana

Berikan Pernyataan Perdana

RABU, 27 JUNI 2018 , 23:22:00

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

JUM'AT, 06 JULI 2018 , 18:37:00