SBY King Maker, PKS Playmaker Sejati

Politik  RABU, 01 AGUSTUS 2018 , 13:14:00 WIB | LAPORAN: RAHMAD RAMLI

SBY <i>King Maker</i>, PKS <i>Playmaker</i> Sejati

RMOLSumsel

RMOLSumsel. Silahturahim politik kembali dilakukan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. Hal itu dilakukan seiring semakin dekatnya jadwal pendaftaran pasangan calon presiden, awal Agustus.

Sayangnya perhelatan itu terkesan itu nyaris tanpa gaung atau hasil yang memilki vibrasi terhadap konstelasi terkini politik Pilpres. Dimana perbedaannya dengan perjumpaan awal beberapa hari yang dikediaman SBY, kali ini di tempat Prabowo, kemudian pertemuan kedua tanpa adanya putra SBY, Agus HY dalam rombongan Partai Demokrat yang bertandang ke rumah Prabowo.

"Sebenarnya tidak ada yang mengejutkan, hanya saja secara simbolik, seolah-olah AHY tidak begitu ditonjolkan sebagai aktor politik penting untuk digadang-gadang secara khusus oleh Ketua Umum Partai Demokrat, SBY," ungakap pengamat politik dan aktivis Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDes), Bagindo Togar kepada RMOLSumsel, Rabu (1/8).

Pertemuan itu katanya hanyalah isyarat politik dari SBY kepada Prabowo Subianto untuk lebih leluasa  ketika menginisiasi lobi-lobi politik dengan tandem lawasnya, yakni PKS juga PAN berikut kelompok organisasi lainnya yang selama ini cukup setia memberi dukungan kepada Prabowo berikut Partai Gerindranya.

Keputusan SBY yang menyatakan Prabowo diberikan wewenang penuh untuk menentukan siapa yang akan mendampinginya sebagai Cawapres sama seperti yang dilakukan partai koalisi pendukung Jokowi.

"Perbedaannya SBY memberikan tugas khusus untuk Prabowo agar berkenaan mengemban misi politik SBY di kalangan elite  Parpol yang sebelumnya begitu teruji  koalisinya. Itu saja perbedaannya," ucap mantan aktifis pemuda ini.

Bagi Togar ada hal yang menarik dari koalisi Prabowo dan SBY karena ada semacam aroma kekuatiran dalam sosok SBY plus Prabowo terkait dukungan PKS juga PAN. Mereka takut kedua partai ini akan bergeser rel politiknya dan masuk dalam jajaran gerbong politik petahana, Presiden Jokowi.

Apalagi PKS serta PAN adalah Parpol yang cukup kuat  dukungan masyarakat berideologi keagamaannya, dimana kekuatan massa Politik berbasis keagamaan masih sangat diharapkan incumben saat ini. Artinya bukan pekerjaan politik yang mudah dipundaki Prabowo untuk mempertegas posisinya sebagai calon presiden.

"Intinya kepiawaian Politik  SBY dalam memposisikan figurnya sebagai king maker layak diacungi jempol. Namun kelihaian PKS juga PAN  sebagai playmaker juga  pantas diacungi jempol plus bonus applaus standing ovation karena paham pengenalan medan tarung politik serta teruji komitmen kolektiifnya dalam berjuang Politik selama ini. Dianjurkan kepada Prabowo berikut Partai Gerindranya, untuk tidak memancing PKS plus PAN berimprovisasi diantara  idealisme dan rasionalitasnya dalam pilihan maupun orientasi politik kekuasaan pemerintahan jangka pendek. [rhd]



Komentar Pembaca
Pidato Game Of Thrones Isyarat Main Dua Kaki

Pidato Game Of Thrones Isyarat Main Dua Kaki

SENIN, 15 OKTOBER 2018 , 21:00:00

Andi Arief Mencambuk Prabowo

Andi Arief Mencambuk Prabowo

SENIN, 15 OKTOBER 2018 , 15:00:00

Golkar: PKS Pakai Segala Cara

Golkar: PKS Pakai Segala Cara

SENIN, 15 OKTOBER 2018 , 13:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00