DEKLARASI LANSKAP NUSANTARA

Puyang Tersisa Jadi Bukti Kebesaran Sriwijaya...

Budaya  KAMIS, 26 JULI 2018 , 22:16:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Puyang Tersisa Jadi Bukti Kebesaran Sriwijaya...
RMOLSumsel. Puyang atau yang lebih dikenal Harimau Sumatera menjadi satu-satunya saksi hidup,  yang masih tersisa dan dapat diulas dalam sejarah kejayaan Kerajaan Sriwijaya.

Hal itu disampaikan, pegiat dan aktivis lingkungan Taufik Wijaya pada press confrence dalam rangka Deklarasi Lanskap Nusantara di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS), Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus Palembang, Kamis (26/7).

"Selain Prasasti Kedukan Bukit, saksi kunci kebesaran Kerajaan Sriwijaya adalah keberadaan puyang. Jadi jika Harimau Sumatera punah, maka tidak ada lagi yang tersisa dari sejarah," ungkap pria yang akrab disapa Bung TW ini.

TW ingin masyarakat dapat terus menjaga lingkungan dan menjaga Puyang yang masih tersisa.

"Jangan sampai keserakahan kita terhadap alam, memusnahkan kearifan budaya yang merupakan tonggak sejarah penting," tuturnya.

Sementara itu Koordinator KOLEGA Sumsel Najib Asmani menyampaikan, hari ini tanggal 26 Juli 2018, di Bumi Sriwijaya kota Palembang menjadi tonggak sejarah penting lahirnya Gerakan Pengelolaan Bentang Alam Berbasis Lanskap dan Ekoregion di Indonesia.

Dimana, kegiatan proyek KELOLA Sendang-ZSL ini, jadi bagian dalam memperbaiki lingkungam untuk menjaga kearifan budaya yang berkaitan erat dengan lingkungan.

"Bersamaan dengan acara South Sumatra Landscape Festival  2018  dari Sumsel untuk Indonesia, kami para pegiat dan praktisi pendekatan lanskap dari berbagai daerah seperti Sumsel, Kalteng, Kaltara, Kaltim, Jambi dan lainnya, meneguhkan komitmen bersama untuk mengembangkan pendekatan lanskap sebagai pendekatan pengelolaan bentang alam di Indonesia," terangnya.

Pendekatan lanskap berkelanjutan merupakan pendekatan yang adaptif, holistik dan terpadu dalam pengelolaan sumberdaya alam yang penting untuk pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, pengelolaan lahan gambut, penguatan penghidupan masyarakat serta mengatasi tantangan perubahan iklim.

Pendekatan lanskap mendorong kemitraan antara publik, swasta dan masyarakat untuk mengatasi permasalahan lingkungan hidup dengan berbasis pada sains, budaya dan kearifan lokal.

"Untuk itu kami mendeklarasikan gerakan Pengelolaan Lanskap Nusantara untuk keberlangsungan pengelolaan lingkungan berkelanjutan," ulasnya.

Adapun deklarasi yang dilaksanakan, pertama untuk menumbuhkan, mengembangkan dan menyebarluaskan pendekatan lanskap sebagai bentuk pengelolaan bentang alam yang adaptif, holistik dan terpadu.

Kedua, membangun kemitraan dan partisipasi masyarakat dalam penerapan pendekatan lanskap di Indonesia, ketiga menerapkan praktik-praktik pendekatan lanskap berbasis sains, budaya dan kearifan lokal untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup, keempat mempromosikan inisiatif pendekatan lanskap berkelanjutan pada tingkat nasional dan internasional.

Kemudian kelima mngembangkan Forum Kemitraan Pengelolaan Lanskap dan Ekoregion Nusantara sebagai wadah pembelajaran dan pertukaran pengalaman pengelolaan lanskap berkelanjutan di Indonesia.

"Hari ini kita deklarasikan agar kedepan kita lebih menjaga lingkungan, hutan kita, demi keberlansungan hidup anak cucu kita," tandasnya. [ida]

Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

Silaturahmi Ke Rumah Haji Halim

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 17:33:00

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

Rekor Meriam Bambu Terbanyak

MINGGU, 28 OKTOBER 2018 , 16:56:00

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

Banjir Bikin Macet Jalan Protokol

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 10:42:00