Korupsi Lift BPKAD Berkembang, Kejari Tetapkan Dua Tersangka

Hukum  SELASA, 24 JULI 2018 , 20:19:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Korupsi Lift BPKAD Berkembang, Kejari Tetapkan Dua Tersangka

Net

RMOLSumsel. Kasus dugaan korupsi lift kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Palembang tahun 2016, terus berkembang. Dimana, dari informasi yang berhasil dihimpun, Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang hari ini, Selasa (24/718) telah menetapkan, dua tersangka yang sebelumnya berstatus sebagai saksi pemeriksaan pada kasus tersebut

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Palembang Andi, SH membenarkan terkait penetapan tersangka kepada inisial AR yang merupakan Aparatur Negeri Sipil (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan M dari PT Japri Sentosa sebagai pelaksana pada proyek pengadaan lift di kantor BPKAD Kota Palembang.

"Setelah melalui pemeriksaan dan bukti yang cukup, AR dan M yang sebelumnya berstatus sebagai saksi, kini dijadikan tersangka," jelasnya.

Penetapan keduanya, karena keduanya memiliki keterkaitan terhadap pengadaan lift fi kantor BPKAD, dimana AR yang kini menjabat Kepala Bagian (Kabag) di Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang ini, berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pengadaan lift tersebut.

"Sebelumnya AR menjabat Kepala Bidang (Kabid) Penganggaran BPKAD Kota Palembang dan M adalah rekanan atau pelaksana dari Jakarta," ungkapnya.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Kejari Palembang belum melakukan penahanan dan masih dalam proses pemanggilan. Dimana, pada pemangilan pertama, memang keduanya tidak hadir dengan adanya alasan. Namun akan dilanjutkan pada pemanggilan kedua.

"Kalau memang pemanggilan kedua tidak hadir tanpa adanya alasan yang jelas, tentu akan kita jemput paksa. Tapi kami yakin keduanya koperatif karena selama ini selalu hadir jika dipanggil," ujarnya.

Terkait persoalan tersebut, jumlah kerugian negara yang diderita akibat dugaan korupsi tersebut masih dihitung, karena selama proses penyidikan masih berlangsung, tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah.

"Untuk sementara dugaan kerugian negaranya berkisar Rp310 juta. Tapi itu masih belum final, karena saat ini jaksa penyidik masih terus melakukan penyidikan lebih lanjut," tandasnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi melalui via telp, meski aktif, beberapa kali AR tidak menjawab telp.[rik]

Komentar Pembaca
Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

Soal Ekonomi, Sandiaga Butuh Rizal Ramli

KAMIS, 16 AGUSTUS 2018 , 13:00:00

Hadi Tjahjanto - TNI dan Polri (Bag.2)

Hadi Tjahjanto - TNI dan Polri (Bag.2)

RABU, 15 AGUSTUS 2018 , 18:00:00

Hadi Tjahjanto - Pengamanan Asian Games (Bag.1)

Hadi Tjahjanto - Pengamanan Asian Games (Bag.1)

RABU, 15 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Tolak Hasil Pilkada

Tolak Hasil Pilkada

KAMIS, 28 JUNI 2018 , 22:45:00

Berikan Pernyataan Perdana

Berikan Pernyataan Perdana

RABU, 27 JUNI 2018 , 23:22:00

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

JUM'AT, 06 JULI 2018 , 18:37:00