Dulu...Lalu Zohri Makan Hanya dengan Lauk Keong

Sosial  MINGGU, 22 JULI 2018 , 10:35:00 WIB

Dulu...Lalu Zohri Makan Hanya dengan Lauk Keong
RMOLSumsel. Lalu Muhamamd Zohri. Nama ini sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia sekarang. Alhamdulillah, kehidupannya sudah jauh lebih baik dari sebelum dia memenangkan Lomba Lari Kejuaraan dunia U-20 di Finlandia.

Zohri kembali ke Tanah Air pada Senin (16/7). Keesokannya, Selasa (17/7), waktunya masih agak senggang.  Baru pulang bertanding dan menjadi Juara Dunia, dia mendapat dispensasi sebagai atlet Pelatnas. Semacam istirahat terlebih dahulu. Itung-itung menghilangkan jet lag setelah penerbangan belasan jam dari jantung Eropa.

Itu mengapa, Zohri punya waktu yang begitu lapang hari itu. Mengenakan kaos sport hitam yang dipadu celana sport pendek warna biru, Zohri terlihat riang. Padahal, jika di hari lain. Jadwal Zohri seabrek-abrek. Tentu urusannya tak jauh-jauh dari latihan. Hal itu biasanya dilakukannya semenjak pagi. Latihan pagi dimulai pukul 07.00 hingga pukul 10.00. Lalu selanjutnya istirahat siang.

Kemudian dilanjutkan lagi dengan latihan sore yang dimulai pukul 15.30 hingga pukul 17.30. Begitu seterusnya. Setiap hari, kecuali Minggu.

Saat wartawan bertandang ke kamarnya di Hotel Century Park, Zohri sebetulnya sedang ditunggu pertemuan besar. Seperti khalayak tahu, dia diundang Presiden Joko Widodo ke Istana Bogor. Itu sehari sebelum bertemu Kepala Negara. Dan menghadapi pertemuan besar dengan Presiden Jokowi itu, Zohri tak terlihat melakukan persiapan khusus.

Zohri memang begitu. Sungguh bersahaja. Maka, jadilah kami banyak tertawa-tawa hari itu. Zohri juga banyak bercerita. Terutama soal perjalanan karirnya.

Cerita sempat disela dengan dering telepon. Oh, rupanya Bu Rosida, guru olahraga semasa Zohri masih menempuh pendidikan di SMPN 1 Pemenang yang berada di seberang. Perempuan yang menemukan talenta Zohri itu rupanya sedang berada di Jakarta. Dan bermaksud menemui murid kebanggannya itu di hotel tempat para atlet Pelatnas menginap.

Menutup pembicaraan dengan salam takzim, Zohri pun tak bisa menyembunyikan keriangan, manakala tahu Ibu gurunya tersebut akan bertandang.

Sejenak Zohri mengalihkan pandangan ke layar telepon pintar miliknya. Ada sebuah foto di layar utama. Itu foto mendiang ayahnya Lalu Ahmad Yani.

Buat Zohri, orangtua adalah segala-galanya. Dan meski kini kedua orangtuanya telah dipanggil Sang Pencipta, tetaplah mereka adalah penyemangat baginya.

Dengan bapak dan ibunya, Zohri memang amat sangat dekat. Amat sangat. Dia tak akan pernah lupa akan banyak kenangan dengan orangtuannya itu. Tak terkecuali ekonomi keluarga yang kembang kempis.

Lalu Ahmad, ayahnya Zohri adalah petani penggarap. Hidupnya dari mengerjakan lahan milik orang lain. Zohri juga dulu kerap ikut orangtuanya kala mereka bekerja di sawah. Ikut membantu melakukan apa yang dia bisa.

Tapi, yang paling dia ingat adalah tatkala mencari keong di sawah bersama sang ayah. Keong akan dijadikan lauk setelah sampai rumah. Menceritakan hal ini, bibir Zohri bergetar. Pandangannya menerawang.

Tak akan pernah dia lupa, betapa kesal ayahnya, lantaran lauk keong yang dicari bersama dengan buah hati tercinta, setelah matang malah diembat seokor anjing. Memang sih keongnya masih ada sisa. Tapi, siapa sudi memakan bekas anjing kurang ajar itu.

Saking marahnya, sang ayah mengejar anjing tersebut tunggang langgang. Dengan kayu dipukulnya anjing tersebut. Meraung-raung kesakitan anjing itu seakan meminta belas kasihan. [ida/jpnn]



Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.159): Anies Terlalu Lama Sendiri
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 15:00:00

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

Surat Pengunduran Alex dan Ishak

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 , 16:36:00

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

Mahasiswa Sumsel Mulai Bergerak

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 , 17:33:00

Aksi Solidaritas HMI Palembang

Aksi Solidaritas HMI Palembang

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 21:58:00