Siska Marleni: Pelajar Berperan Penting Tangkal Radikalisme

#hashtag  KAMIS, 19 JULI 2018 , 08:16:00 WIB | LAPORAN: ERIK OKTA

Siska Marleni: Pelajar Berperan Penting Tangkal Radikalisme

RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Pernyataan tersebut disampaikan Siska Marleni, Anggota MPR RI unsur DPD RI pada kegiatan Sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan bersama pimpinan, ustadz dan ustadzah Pondok Pesantren Walisongo, serta pelajar yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU Kabupaten Musi Rawas.

Tema kegiatan ini adalah Bahaya Radikalisme dan Peran Pelajar Dalam Menangkal Radikalisme” bertempat di Pondok Pesantren Walisongo F. Trikoyo Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas tanggal 1 Juni 2018 lalu.

Siska Marleni dalam paparannya menyebutkan bahwa radikalisme berasal dari bahasa Latin ‘radix’ yang artinya akar, pangkal, bagian bawah, atau bisa juga berarti menyeluruh, habis-habisan dan amat keras untuk menuntut perubahan.

Radikalisme terbagi atas dua kelompok besar yaitu statis dan destruktif. Statis berupa gagasan dan tidak dalam aksi nyata, sedangkan yang destruktif menggunakan tindakan kekerasan untuk mencapai suatu tujuan,” papar Senator yang menjabat Wakil Ketua Komite IV DPD RI ini.

Apabila kita bicara tentang antisipasi radikalisme maka baik statis maupun desktruktif harus dipantau dan diantisipasi sehingga tidak bersifat merusak” lanjut Senator yang juga merupakan bakal calon Anggota DPD RI Periode 2019-2024 daerah pemilihan Sumsel.

Menjawab pertanyaan peserta terkait penyebab munculnya radikalisme pada kalangan pelajar dan masyarakat, Siska menegaskan adanya dorongan rasa ketidakadilan dan kekecewaan akibat tata sosio-ekonomis dan sosio-politis, yang bersifat diskualifikatif, deprivasi sosio-politis, dan dislokasi sosial-ekonomis. Faktor tersebutlah yang menjadi pemicu munculnya radikalisme.

Terhadap penyebab tersebut, diperlukan upaya strategis untuk memangkas seluruh jalur dan variabel yang dapat dipandang sebagai stimulan munculnya radikalisme” tegas Senator yang aktif dalam organisasi kepemudaan dan masyarakat ini.

Siska menegaskan bahwa penanggulangan radikalisme memerlukan peran serta semua pihak dan elemen masyarakat serta pemahaman akan kebhinekaan/keberagaman. Antisipasi radikalisme harus dilakukan secara terpadu dan sinergis antara pemerintah, institusi keagamaan, pendidikan, masyarakat sipil dan ormas.

Dengan semangat kebhinekaan/keberagaman inilah kita akan mampu menangkal radikalisme dan mewujudkan tujuan nasional,” pungkas Senator yang memperjuangkan semua bentuk dana transfer ke daerah ini.[rik]

Komentar Pembaca
Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

Ramai-ramai Tolak Pemilu Curang

RABU, 24 APRIL 2019 , 12:32:00

Hermanto Wijaya Mualaf

Hermanto Wijaya Mualaf

JUM'AT, 03 MEI 2019 , 14:45:00

Mentan Memanggang Kopi

Mentan Memanggang Kopi

SELASA, 23 APRIL 2019 , 16:21:00