Warga Muba Pertanyakan Kelanjutan Hukum Dugaan Korupsi Gedung SCC

#hashtag  SENIN, 16 JULI 2018 , 11:15:00 WIB | LAPORAN: HAFIZ AL - FANGKY

Warga Muba Pertanyakan Kelanjutan  Hukum Dugaan Korupsi Gedung SCC

FB/NET

RMOLSumsel.Dugaan korupsi terhadap pembangunan Sekayu Convention Center (SCC) yang menghabiskan puluhan miliar kembali bergulir.

Tak hanya itu, skandal dugaan korupsi gedung SCC ini ramai dipertanyakan warganet di media sosial.

Seperti akun facebook milik Muba Senia,dalam postingannya 21 jam yang lalu mempertanyakan kapan persoalan dugaan korupsi gedung SCC ini tuntas.

"Kapann segera pastinya, Kapan?,"

Sebelumnya diberitakan, pembangunan gedung yang berlokasi di Kelurahan Kayuare Kecamatan Sekayu telah diaudit oleh Badan Pengawas Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Hasil audit kerugian negara ditaksir mencapai Rp 3,5 Miliar. Dan dari hasil audit juga, Polres Musi Banyuasin (Muba) telah menetapkan tersangka dari lingkungan sipil yakni kontraktor yakni JS, HS, dan AD, ketiganya telah ditahan sejak Senin (9/7) lalu.

Selain menjerat pihak sipil, dugaan korupsi pembangunan gedung SCC juga diindikasikan menjerat sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Muba yang terlibat dalam pembangunan gedung tersebut.

Akan tetapi, ketika dikonfirmasi kepada Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti SE MM terkait  dugaan korupsi tersebut perempuan pertama menjabat Kapolres Muba ini tidak mau berkomentar.

Nanti saja kita bicarakan masalah GGS. Bakal ada waktunya,” kata Andes singkat kepada media beberap hari lalu

Sebelumnya, Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin, menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir ASN yang terlibat atau terjerat tindak pidana korupsi. Dimana orang nomor satu di Muba tersebut memperisilahkan aparat penegak hukum untuk melakukan proses sesuai aturan yang berlaku. Ini sebagai bentuk kita menghormati proses hukum dan dukungan pemberantasan korupsi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, gedung termahal di Kabupaten Muba tersebut mulai dibangun pada 2013 lalu dengan anggaran sebesar Rp 8.925.000.000 yang bersumber dari APBD. Pembangunan dilanjutkan kembali pada 2014 dengan anggaran sebesar Rp 19.636.170.000.

Pada 2015, pembangunan gedung kembali dianggarkan, kali ini dengan anggaran yang lebih fantastis yakni sebear Rp 29.792.300.000 juga berasal dari APBD. Penganggaran berlanjut pada 2016 sebesar Rp 5.030.000.000.[sri]



Komentar Pembaca
Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

JUM'AT, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

#VLOGNEWS: Upacara di UBK, Prabowo Dapat Star of Soekarno
BENANG MERAH (EPS.151): Tak Ada Paslon Yang Tak Retak
Tolak Hasil Pilkada

Tolak Hasil Pilkada

KAMIS, 28 JUNI 2018 , 22:45:00

Berikan Pernyataan Perdana

Berikan Pernyataan Perdana

RABU, 27 JUNI 2018 , 23:22:00

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

Massa Minta PSU Pilgub Sumsel 2018

JUM'AT, 06 JULI 2018 , 18:37:00